Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pipa Gas di Laut Lepas Pantai Langkat Bocor, Pertamina Lakukan Penutupan

Pipa Gas di Laut Lepas Pantai Langkat Bocor, Pertamina Lakukan Penutupan
Kapal Pertamina Gas 1 berjenis Very Large Gas Carrier (VLGC) milik PT Pertamina International Shipping (PIS) saat bersandar untuk bongkar muat LPG di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Senin (23/8/2024). (IDN Times/Dhana Kencana)
Intinya Sih
  • Pertamina EP Lapangan Pangkalan Susu bergerak cepat menangani kebocoran pipa gas di perairan Bukit Jengkol, Langkat, demi menjaga keselamatan warga dan nelayan sekitar.
  • Kebocoran diduga disebabkan korosi pada pipa tua yang menyalurkan gas dari Pulau Panjang ke Main Gathering Station, sehingga aliran gas dihentikan secara bertahap.
  • Proses penutupan dan perbaikan dilakukan dengan ketelitian tinggi untuk memastikan keamanan masyarakat, sementara area sekitar titik gelembung terus dipantau secara ketat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Langkat, IDN Times - PT Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Lapangan Pangkalan Susu bergerak cepat menangani laporan kebocoran pipa gas di dasar laut perairan Kelurahan Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan warga dan nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.

1. Muncul gelembung udara di laut akibat tekanan gas

Kapal Pertamina Gas 1 berjenis Very Large Gas Carrier (VLGC) milik PT Pertamina International Shipping (PIS) siap berangkat usai bersandar di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Senin (23/8/2024). (IDN Times/Dhana Kencana)
Kapal Pertamina Gas 1 berjenis Very Large Gas Carrier (VLGC) milik PT Pertamina International Shipping (PIS) siap berangkat usai bersandar di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Senin (23/8/2024). (IDN Times/Dhana Kencana)

Jalur pipa yang mengalami gangguan merupakan saluran utama yang menyalurkan gas dari lokasi Pulau Panjang (PPJ) menuju Main Gathering Station (MGS).

Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kebocoran ditandai dengan munculnya gelembung udara di permukaan air laut akibat tekanan gas dari bawah.

Sejumlah nelayan lokal menyebutkan bahwa semburan gas tersebut awalnya terlihat kecil, namun perlahan semakin membesar.

"Awalnya tekanan gas kecil keluarnya, tapi lama-kelamaan semburan gasnya tambah besar," kata Ikwan, salah seorang nelayan di lokasi.

2. Kebocoran dipicu akibat kondisi pipa yang alami korosi

Kapal Pertamina Gas 1 berjenis Very Large Gas Carrier (VLGC) milik PT Pertamina International Shipping (PIS) siap berangkat usai bersandar di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Senin (23/8/2024). (IDN Times/Dhana Kencana)
Kapal Pertamina Gas 1 berjenis Very Large Gas Carrier (VLGC) milik PT Pertamina International Shipping (PIS) siap berangkat usai bersandar di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Senin (23/8/2024). (IDN Times/Dhana Kencana)

Muncul dugaan bahwa kebocoran dipicu oleh kondisi pipa yang sudah mengalami korosi atau perkaratan akibat faktor usia dan lingkungan laut.

Merespons laporan tersebut, Humas Pertamina, Wahyu, mengonfirmasi bahwa tim teknis telah diterjunkan langsung ke lokasi pada Jumat (24/04/2026).

Wahyu menegaskan pihaknya langsung mengambil tindakan darurat dengan mematikan aliran gas pada jalur PPJ ke MGS secara bertahap.

"Pihak Pertamina turun ke lapangan untuk mematikan jalur gas PPJ ke MGS," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Jumat.

3. Penanganan dilakukan tidak boleh setengah karena menyangkut keselamatan masyarakat

Kapal Pertamina Gas 1 berjenis Very Large Gas Carrier (VLGC) milik PT Pertamina International Shipping (PIS) siap berangkat usai bersandar di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Senin (23/8/2024). (IDN Times/Dhana Kencana)
Kapal Pertamina Gas 1 berjenis Very Large Gas Carrier (VLGC) milik PT Pertamina International Shipping (PIS) siap berangkat usai bersandar di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten, Senin (23/8/2024). (IDN Times/Dhana Kencana)

Ia menambahkan, proses penutupan aliran dan perbaikan dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi sehingga membutuhkan waktu yang cukup.

"Penanganan tidak boleh setengah-setengah karena mencakup keselamatan masyarakat," tegas Wahyu.

Pihak Pertamina juga menyampaikan apresiasi kepada awak media dan masyarakat yang telah memberikan informasi mengenai kondisi aset di lapangan.

Hingga saat ini, area di sekitar titik gelembung terus dipantau secara ketat untuk memastikan tidak ada risiko api di dekat dermaga bongkar muat elpiji Pertamina Gasdom.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More