Pipa Gas di Laut Lepas Pantai Langkat Bocor, Pertamina Lakukan Penutupan

- Pertamina EP Lapangan Pangkalan Susu bergerak cepat menangani kebocoran pipa gas di perairan Bukit Jengkol, Langkat, demi menjaga keselamatan warga dan nelayan sekitar.
- Kebocoran diduga disebabkan korosi pada pipa tua yang menyalurkan gas dari Pulau Panjang ke Main Gathering Station, sehingga aliran gas dihentikan secara bertahap.
- Proses penutupan dan perbaikan dilakukan dengan ketelitian tinggi untuk memastikan keamanan masyarakat, sementara area sekitar titik gelembung terus dipantau secara ketat.
Langkat, IDN Times - PT Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Lapangan Pangkalan Susu bergerak cepat menangani laporan kebocoran pipa gas di dasar laut perairan Kelurahan Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan warga dan nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian.
1. Muncul gelembung udara di laut akibat tekanan gas
Jalur pipa yang mengalami gangguan merupakan saluran utama yang menyalurkan gas dari lokasi Pulau Panjang (PPJ) menuju Main Gathering Station (MGS).
Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kebocoran ditandai dengan munculnya gelembung udara di permukaan air laut akibat tekanan gas dari bawah.
Sejumlah nelayan lokal menyebutkan bahwa semburan gas tersebut awalnya terlihat kecil, namun perlahan semakin membesar.
"Awalnya tekanan gas kecil keluarnya, tapi lama-kelamaan semburan gasnya tambah besar," kata Ikwan, salah seorang nelayan di lokasi.
2. Kebocoran dipicu akibat kondisi pipa yang alami korosi
Muncul dugaan bahwa kebocoran dipicu oleh kondisi pipa yang sudah mengalami korosi atau perkaratan akibat faktor usia dan lingkungan laut.
Merespons laporan tersebut, Humas Pertamina, Wahyu, mengonfirmasi bahwa tim teknis telah diterjunkan langsung ke lokasi pada Jumat (24/04/2026).
Wahyu menegaskan pihaknya langsung mengambil tindakan darurat dengan mematikan aliran gas pada jalur PPJ ke MGS secara bertahap.
"Pihak Pertamina turun ke lapangan untuk mematikan jalur gas PPJ ke MGS," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Jumat.
3. Penanganan dilakukan tidak boleh setengah karena menyangkut keselamatan masyarakat

Ia menambahkan, proses penutupan aliran dan perbaikan dilakukan dengan tingkat ketelitian tinggi sehingga membutuhkan waktu yang cukup.
"Penanganan tidak boleh setengah-setengah karena mencakup keselamatan masyarakat," tegas Wahyu.
Pihak Pertamina juga menyampaikan apresiasi kepada awak media dan masyarakat yang telah memberikan informasi mengenai kondisi aset di lapangan.
Hingga saat ini, area di sekitar titik gelembung terus dipantau secara ketat untuk memastikan tidak ada risiko api di dekat dermaga bongkar muat elpiji Pertamina Gasdom.


















