Penyintas Banjir Aceh Tamiang Salat Idul Fitri di Lokasi Pengungsian

- Warga Aceh Tamiang melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H di lapangan yang juga menjadi lokasi pengungsian dan hunian sementara pascabanjir bandang.
- Ustaz Baharuddin bertugas sebagai imam dan khatib, menyampaikan pesan tentang makna Idulfitri serta hikmah dari bencana banjir yang melanda pada November 2025.
- Ibadah berlangsung khidmat, diakhiri dengan saling bermaafan antarwarga sebagai simbol silaturahmi dan kebersamaan setelah melewati masa sulit.
Banda Aceh, IDN Times- Warga melaksanakan Salat Sunah Idulfitri 1447 Hijriah di lapangan sepak bola yang ada di Kampung Kebun Rantau, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (21/3/2026). Isi khotbah turut menyinggung terkait bencana bandang yang terjadi 25 November 2025, lalu.
Pantauan IDN Times, warga mulai berdatangan ke lokasi yang juga sebagai tempat pengungsian serta hunian sementara (huntara) di kawasan setempat sejak pukul 06.30 WIB. Sementara, salat baru dimulai sekira pukul 07.27 WIB.
Adapun warga yang melaksanakan salat di lapangan tersebut berasal dari Kampung Alur Manis dan Kampung Kebun Rantau. Selanjutnya yang bertugas sebagai imam sekaligus khatib Salat Idulfitri yakni Ustaz Baharuddin.
Dalam khotbahnya, ia tidak hanya menyampaikan pesan tentang makna Idulfitri sebagai momentum kembali ke fitrah, tetapi juga menyinggung bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada 25 November 2025 lalu.
Ia mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari musibah tersebut, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama bagi warga yang masih terdampak.
Suasana khidmat menyelimuti jalannya ibadah hingga selesai. Usai salat, warga saling bersalaman dan bermaaf-maafan, menandai berakhirnya Ramadan sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
















