Medan, IDN Times - Kenaikan harga tiket pesawat belakangan ini terasa makin “tidak ramah” di kantong. Untuk rute domestik seperti Jakarta–Medan saja, harga sudah menyentuh kisaran Rp2,5 juta sekali jalan. Angka yang, masih terasa tidak masuk akal untuk kelas ekonomi.
Di balik lonjakan ini, ada faktor global yang sulit dihindari. Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mendorong harga minyak mentah dunia sempat bertahan di atas 100 dolar AS per barel. Efeknya langsung terasa ke avtur—yang melonjak hingga sekitar 70 persen.
Menariknya, pemerintah tidak serta-merta membiarkan harga tiket ikut melonjak bebas. Kenaikan dibatasi hanya sekitar 13 persen, dengan kompensasi berupa insentif lain. Mulai dari keringanan pajak, dukungan suku cadang, hingga penyesuaian biaya tambahan.
Namun di titik ini, pertanyaannya bergeser. Bukan lagi soal mahal atau tidak. Tapi: siapa yang sebenarnya paling terdampak? Berikut analisis dari pengamat ekonomi Gunawan Benjamin.
