Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pencuri Motor Ojol Tunarungu Ditangkap Polisi, Modusnya Menolong
M Arif Matondang, pelaku pencurian sepeda motor ojol penyandang tunarungu di Kota Medan. (Dok: Polrestabes Medan)
  • M Arif Matondang diduga membawa kabur motor Rossa Amelia setelah membantu korban kecelakaan hingga ke rumah sakit.
  • Polisi menangkap Arif di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, pada Senin (24/8/2026).
  • Polisi menyebut Arif diduga telah mencuri sepeda motor sebanyak 42 kali di sejumlah wilayah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah verifikasi sebelum menyerahkan kunci motor?
Vote Now
tahun 2019

Arif disebut pernah ditahan dalam kasus penggelapan.

tahun 2021

Arif disebut keluar setelah sebelumnya ditahan dalam kasus penggelapan.

Minggu (5/7/2026)

Rossa mengalami kecelakaan saat menjalankan order ojek online. Motor korban kemudian dibawa Arif setelah dititipkan di salon.

Senin (24/8/2026)

Polisi menangkap Arif di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan.

Selasa (25/8/2026)

Iptu Ramadhani Bimo Setiadi menyampaikan keterangan resmi mengenai pengakuan Arif dan dugaan aksinya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah verifikasi sebelum menyerahkan kunci motor?
Vote Now
  • What?
    M Arif Matondang diduga membawa kabur sepeda motor milik Rossa Amelia setelah kecelakaan.
  • Who?
    M Arif Matondang, Rossa Amelia, pekerja salon, dan Polrestabes Medan terlibat dalam peristiwa ini.
  • Where?
    Kejadian terkait berlangsung di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan. Motor korban dititipkan di salon sekitar lokasi.
  • When?
    Rossa mengalami kecelakaan pada Minggu (5/7/2026), sedangkan Arif ditangkap pada Senin (24/8/2026).
  • Why?
    Menurut Bimo, uang hasil penjualan motor Rp6,2 juta dipakai untuk menyewa jasa PSK, sewa hotel, dan mengonsumsi sabu.
  • How?
    Arif diduga mengaku kepada pekerja salon bahwa ia diminta Rossa mengambil motor, memperoleh kunci, lalu membawa kendaraan tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah verifikasi sebelum menyerahkan kunci motor?
Vote Now

Rossa, pengemudi ojol yang tidak bisa mendengar, jatuh saat bekerja. Arif membantunya ke rumah sakit. Lalu Arif mengambil motor Rossa dengan bilang ia diminta Rossa. Polisi menangkap Arif di Medan. Polisi mengatakan Arif diduga juga mencuri motor 42 kali di beberapa wilayah yang berbeda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah verifikasi sebelum menyerahkan kunci motor?
Vote Now

Penangkapan Arif oleh polisi membuat dugaan pengambilan motor Rossa ditangani melalui pemeriksaan. Keterangan mengenai cara motor diambil, penjualan kendaraan, serta dugaan aksi di sejumlah wilayah juga telah disampaikan polisi. Rossa memperoleh perhatian warga saat kecelakaan dan sempat diantar ke rumah sakit oleh orang di sekitar lokasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perlukah verifikasi sebelum menyerahkan kunci motor?
Vote Now

Medan, IDN Times – Niat membantu seorang pengemudi ojek online penyandang tunarungu yang mengalami kecelakaan justru berujung pencurian. M Arif Matondang (30) diduga memanfaatkan kondisi korban, Rossa Amelia (26), untuk membawa kabur sepeda motornya.

Arif awalnya disebut ikut membantu Rossa saat kecelakaan dan bahkan mengantarnya ke rumah sakit. Setelah itu, ia kembali ke lokasi kejadian dan mengaku kepada pekerja salon bahwa dirinya diminta mengambil sepeda motor korban yang dititipkan.

Polisi menangkap Arif di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan, Senin (24/8/2026). Kedua kakinya terpaksa ditembak polisi. Dari pemeriksaan, polisi juga menyebut Arif diduga telah mencuri sepeda motor sebanyak 42 kali di sejumlah wilayah.

1. Pelaku sempat antar korban ke rumah sakit

Ilustrasi borgol (IDN Times)

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Ramadhani Bimo Setiadi mengatakan Arif berada di sekitar lokasi ketika Rossa mengalami kecelakaan. Ia kemudian berpura-pura membantu korban yang saat itu membutuhkan pertolongan.

“Hasil interogasi, tersangka mengakui di hari kejadian, sempat membantu korban yang sedang mengalami kecelakaan. Dia sempat ke rumah sakit,” kata Bimo dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).

Setelah korban dibawa ke rumah sakit, Arif kembali ke lokasi kecelakaan. Sepeda motor Rossa saat itu telah dititipkan kepada pekerja salon di sekitar tempat kejadian. Arif kemudian mengaku kepada pekerja salon bahwa dirinya diminta Rossa mengambil motor tersebut. Dengan cara itu, ia akhirnya memperoleh kunci dan membawa sepeda motor korban.

2. Motor dijual Rp6,2 juta, uangnya dipakai untuk narkoba dan sewa PSK

Ilustrasi pencurian (Foto: IDN Times)

Setelah berhasil membawa sepeda motor Rossa, Arif menjual kendaraan tersebut seharga Rp6,2 juta. Polisi menyebut uang hasil penjualan itu tidak digunakan untuk kebutuhan penting, melainkan untuk sejumlah keperluan lain.

“Setelah itu, motor korban dijual seharga Rp 6,2 juta. Parahnya, uang itu dipakai untuk menyewa jasa PSK, sewa hotel, dan mengonsumsi sabu,” ungkap Bimo. Dari pendalaman penyidikan, aksi Arif ternyata diduga bukan yang pertama. Polisi menyebut pria tersebut telah beraksi mencuri sepeda motor sebanyak 42 kali.

Aksi itu disebut terjadi di sejumlah daerah, mulai dari Kota Medan, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Pematang Siantar, Asahan, hingga Serdang Bedagai. “Modusnya rata-rata pinjam motor lalu dibawa lari. Tersangka ini juga sudah pernah ditahan tahun 2019 kasus penggelapan dan keluar tahun 2021,” ucapnya.

3. Rossa kecelakaan saat narik ojol, motor malah dibawa kabur

Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti)

Rossa mengalami kecelakaan saat menjalankan order ojek online pada Minggu (5/7/2026). Saat itu, ia mendapat pesanan menuju Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota.

Dalam perjalanan, Rossa disebut jatuh setelah diduga diserempet angkutan kota di Jalan Jamin Ginting. Warga kemudian memberikan pertolongan kepada korban. Termasuk pelaku yang ikut mengantarkan ke rumah sakit.

Pengemudi Angkot yang diduga menyerempet Rossa sempat berhenti dan berjanji membantu setelah mengantar penumpang ke Pasar USU. Namun, sopir tersebut tidak kembali.

Sepeda motor korban kemudian dititipkan di Salon. Pelaku, kemudian datang kembali dan meminta kunci motor dengan alasan diminta korban. Pekerja di salon itu sempat tidak memberikan kunci sepeda motor itu. Namun pelaku datang bersama driver ojol teman korban.

Arif kemudian membawa motor itu. Sementara rekan korban yang ikut mendampingi tidak menyadari motor sudah dibawa kabur.

Pilih pendapatmu soal verifikasi pengambilan motor

Perlukah verifikasi sebelum menyerahkan kunci motor?

See More
Perlu verifikasi identitas
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Cukup percaya keterangan lisan

Editorial Team

Related Article