Panggung Jangan Kasih Kendor atau JKK resmi dibuka selama tiga hari (Dok. Rumah Karya Indonesia)
Panggung hari pertama dimeriahkan oleh penampilan memukau dari Ando Sipayung, disusul oleh kolaborasi enerjik Harungguan Etnik ft. Zuventus Purba, serta penampilan dari Benny Tambak. Sebagai pemungkas yang penuh refleksi, Filsafatian menutup hari pertama dengan performa yang mempertegas pesan tentang hubungan manusia, alam dan lingkungan.
Selain pertunjukan seni, Panggung JKK juga menghadirkan berbagai ruang aktivasi untuk memastikan pesan lingkungan dan pangan lokal tersampaikan ke seluruh lapisan generasi, Lomba Tingkat Pelajar dan Bazar UMKM.
"Di Panggung JKK, kita melihat bagaimana ide tentang alam diolah menjadi karya seni dan penguatan ekonomi lokal. Budaya tradisi kita punya kearifan luar biasa dalam menjaga alam, dan melalui Panggung JKK, pesan itu kita gaungkan kembali agar tetap relevan. Hari pertama ini adalah bukti bahwa kita tidak kendor dalam mengawal isu lingkungan," ujar Ojax Manalu ketua Rumah Karya Indonesia.