Tapanuli Selatan, IDN Times — Dari sebuah “huta” atau kampung kecil di Tapanuli Selatan, langkah besar sedang dirintis untuk membawa kopi lokal menembus pasar global. Inisiatif ini tak sekadar bicara soal komoditas, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat, lingkungan, dan ekonomi bisa tumbuh bersama.
Direktur Green Justice Indonesia (GJI), Panut Hadisiswoyo, menyebut konsep “Huta Kopi” sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan petani, lembaga pengelola hutan desa (LPHD), hingga mitra pendamping dalam satu ekosistem.
“Kita ingin huta kopi ini menjadi rumah bersama. Tempat semua pihak bisa berkolaborasi untuk meningkatkan produktivitas, nilai ekonomi, sekaligus menjaga hutan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
