BPOM Kampanyekan Jamu Aman di CFD Medan, Bagikan Jamu Tanpa Bahan Kimia

- BBPOM Medan menggelar kampanye Gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) di CFD Lapangan Merdeka dengan membagikan jamu gratis dan edukasi memilih jamu tanpa Bahan Kimia Obat (BKO).
- Kepala BBPOM Medan menegaskan pentingnya konsumsi jamu alami tanpa bahan kimia serta mengajak generasi muda untuk kembali menjadikan jamu sebagai minuman sehat warisan leluhur.
- Program IDAMAN juga mencakup pendampingan UMKM jamu agar produknya terdaftar di BPOM, disertai kuliah umum dan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan jamu aman.
Medan, IDN Times – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan atau BBPOM di Medan menggelar Gerakan Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (7/6/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini bertepatan dengan Car Free Day dan menjadi bagian dari rangkaian kampanye BPOM.
Dalam kegiatan ini, BBPOM Medan membagikan jamu gratis kepada masyarakat sebagai alternatif minuman sehat pasca-olahraga. Sekaligus memberikan edukasi cara memilih jamu yang aman tanpa Bahan Kimia Obat (BKO).
1. IDAMAN menjadi rangkaian edukasi nasional BPOM di Sumut

Kepala BBPOM di Medan, Mojaza Sirait, menjelaskan IDAMAN merupakan program nasional BPOM dan BBPOM Medan bertindak sebagai pelaksana teknis di Sumatera Utara.
“Ini merupakan rangkaian Idaman BPOM secara nasional dan kami salah satu pelaksana teknis di Sumut. Kami mempromosikan jamu sehat, jamu warisan leluhur kita bersama-sama GP Jamu. Kami datang ke sini untuk mengedukasi masyarakat,” ujar Mojaza.
Edukasi dilakukan secara rutin melalui berbagai kanal. Mulai dari pendampingan langsung ke pelaku usaha jamu melalui GP Jamu, ke masyarakat dan tokoh masyarakat, hingga pemanfaatan media sosial. Beberapa waktu lalu BBPOM Medan juga memberikan edukasi kepada anggota DPR RI Komisi IX, Sihar dan Delia, di beberapa titik di Sumut.
2. Jamu harus 100% alami, waspada pelaku usaha nakal

Mojaza menekankan jamu adalah warisan leluhur Indonesia seperti jahe, kunyit, dan temulawak. Namun ia mengingatkan adanya pelaku usaha yang masih menggunakan Bahan Kimia Obat BKO demi klaim khasiat “lebih mantap”.
“Jamu harusnya 100 persen bahan alami, tidak boleh ada bahan kimia. Tapi ada pelaku usaha nakal yang pakai bahan kimia obat. Padahal risikonya besar karena dosis berlebih dan cara produksi tidak baik. Risiko kesehatan justru semakin besar,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pergeseran konsumsi jamu. Jika dulu jamu identik untuk orang tua, kini BPOM mendorong anak muda kembali mengonsumsi jamu, tentu dengan jamu yang sehat dan aman.
3. Pendampingan UMKM hingga produk terdaftar BPOM

Rangkaian IDAMAN di Sumut berlangsung selama seminggu. Selain CFD, BBPOM Medan juga menggelar kuliah umum di Universitas Cut Nyak Dhien dan pendampingan langsung UMKM jamu.
Mojaza mengajak seluruh pengusaha jamu di Sumut untuk mendaftarkan produknya. “Balai Besar BPOM Medan akan mendampingi semuanya sampai tuntas. Seluruh Indonesia BPOM ada untuk memastikan produknya terdaftar,” katanya.
Antusiasme masyarakat Medan terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Tim BBPOM Medan juga membagikan selebaran berisi informasi jamu aman kepada pengunjung CFD dari kalangan anak muda hingga orang tua.
“Harapan kami, masyarakat minum jamu agar sehat. Lebih baik menjaga daripada mengobati. Kalau jamunya sudah ada izin BPOM, jangan khawatir. Itu produk baik untuk jaga kesehatan kita,” tutup Mojaza.



















