Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menko Yusril Ihza Mahendra (IDN Times/Aryodamar)
  • Komnas HAM berencana mendatangi Aceh dalam waktu dekat untuk memantau dan menyelidiki insiden saat maulid di Desa Pulo Keunari, Pidie, yang menewaskan Abzalul Riza.

  • Yusril meminta Komnas HAM berkoordinasi dengan perwakilan Aceh, Kodam Iskandar Muda, dan instansi terkait di lapangan, sambil tetap menghormati independensi lembaga tersebut.

  • Penyebab kematian Abzalul Riza masih didalami meski tanpa autopsi; insiden ini juga membuat 13 orang lain terdampak dan menjalani perawatan medis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana mendatangi Aceh untuk mendalami insiden yang menyebabkan Abzalul Riza meninggal dunia di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada Rabu (4/11/2026). Diketahui terjadi insiden saat perayaan maulid di desa itu karena pengibaran bendera bulan bintang yang ditertibkan TNI.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Yusril Ihza Mahendra, mengungkapkan bahwa Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, telah menghubunginya untuk menyampaikan rencana penyelidikan tersebut. Kedatangan Komnas HAM ke Aceh dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

“Pemerintah juga mempersilakan Komnas HAM yang berkomunikasi juga dengan kami, yang akan turun ke Aceh dan akan melakukan pemantauan dan juga melakukan penyelidikan atas peristiwa ini,” kata Yusril dalam konferensi pers di Gedung VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (6/11/2026).

1. Komnas HAM Diminta Berkoordinasi dengan Instansi Terkait

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Yusril menjelaskan, proses penyelidikan nantinya akan melibatkan Komnas HAM perwakilan Aceh. Ia juga berharap tim yang bertugas di lapangan dapat menjalin koordinasi dengan Panglima Kodam Iskandar Muda (IM) serta instansi pemerintah lainnya.

Menurut Yusril, koordinasi diperlukan agar proses pendalaman kasus dapat berjalan dengan baik, tanpa mengesampingkan independensi Komnas HAM dalam menjalankan kewenangannya.

“Kita menghormati Komnas HAM dan lembaga negara independen dalam menjalankan tugasnya. Namun, ketika berada di lapangan, kami berharap tetap melakukan koordinasi antara sesama organ atau instansi pemerintah,” ujarnya.

2. Penyebab kematian Abzalul Riza masih perlu didalami

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Sukma Shakti)

Yusril menegaskan, penyelidikan harus mampu mengungkap fakta secara menyeluruh, terutama terkait penyebab kematian Abzalul Riza. Ia menyebut perlu ada pendalaman lebih lanjut untuk memastikan apakah korban meninggal akibat luka tembak atau faktor lainnya.

“Walaupun disebut insiden penembakan, apakah betul terjadi penembakan? Apakah luka pada korban sampai meninggal itu betul luka tembak atau yang lain, itu memang masih perlu dilakukan pendalaman dan penyelidikan,” katanya.

Ia turut mengakui bahwa jenazah Abzalul Riza telah dimakamkan tanpa melalui proses autopsi. Meski demikian, Yusril menilai kondisi tersebut tidak serta-merta menghentikan upaya untuk mencari tahu penyebab pasti kematian korban.

Karena itu, hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kronologi dan fakta di balik insiden yang terjadi di Kabupaten Pidie tersebut.

3. Sebanyak 13 Korban Lainnya Turut Terdampak

Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Irma Yudistirani)

Selain Abzalul Riza yang dilaporkan meninggal dunia, insiden tersebut juga mengakibatkan 13 orang lainnya menjadi korban. Yusril berharap para korban yang saat ini masih menjalani perawatan medis dapat segera pulih. Sementara itu, proses penyelidikan diharapkan dapat mengungkap fakta secara terang sehingga peristiwa tersebut dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan informasi yang IDN Times himpun, kericuhan terjadi ketika masyarakat melaksanakan kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari. Insiden tersebut diduga bermula dari persoalan pengibaran bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan.

Ketegangan dilaporkan terjadi setelah aparat keamanan berupaya menurunkan bendera tersebut. Situasi kemudian berkembang menjadi kericuhan yang menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka.

Editorial Team

Related Article