Badannya berbulu hitam kasar dengan surai putih berantakan di bagian tengkuk. Tanduknya pendek, melengkung tajam ke belakang seperti belati. Satwa itu berdiri santai di bibir tebing batu kapur yang kemiringannya nyaris 80 derajat. Satu langkah meleset, jurang ratusan meter sudah menunggu di bawah. Tapi dia justru melompat ringan dari satu tonjolan batu ke batu lain tanpa terpeleset sedikit pun.
Kenalkan, kambing hutan sumatra (Capricornis sumatraensis). Satwa penghuni zona pegunungan Leuser ini jarang masuk obrolan feed media sosial karena hidupnya super tersembunyi. Padahal, riset ilmiah membuktikan keberadaan sang "hantu tebing" ini punya kaitan langsung dengan keselamatan lereng gunung dan ketersediaan air bersih yang mengalir sampai ke keran rumah kita.