Kantor KSOP Kota Dumai (IDN Times/ djpl_ksopdumai)
Diketahui, kasus yang dilaporkan tersebut berawal dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Buruh Kota Dumai di kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Dumai. Saat itu, massa yang diperkirakan ratusan orang, memblokade jalan masuk ke pelabuhan.
Aksi tersebut, dipicu terkait kebijakan baru yang dibuat oleh Kepala KSOP Kota Dumai, yakni mengenai operasi pelabuhan yang dinilai ditertibkan secara sepihak.
Saat unjuk rasa berlangsung, Paisal bersama anggota DPRD Kota Dumai datang dan menemui massa aksi. Disana, Paisal mendukung massa aksi.
Dalam pertemuan itu, Paisal mengaku kecewa dengan KSOP Kota Dumai, karena dinilai tidak menghormati kesepakatan dengan pemerintah daerah. Atas hal itu, Paisal meminta kebijakan yang dibuat Kepala KSOP Kota Dumai untuk ditinjau kembali.
Disamping itu, Paisal juga dengan Kepala KSOP Kota Dumai, lantaran tidak datang menemui massa aksi. Adapun alasan Kepala KSOP Kota Dumai, yaitu mendadak ke Jakarta.
"Saya hubungi tidak dibalas. Ada apa sebenarnya. Saya kecewa sekali. Kalau ada surat keluar lagi hari ini, mohon maaf kita akan bakar KSOP ini. Kami tidak dihormati. Ditelepon tak diangkat, saya undang tidak datang, ada apa ini," kata Paisal dalam video yang beredar di media sosial.