Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mau Bakar Kantor KSOP, Wali Kota Dumai Dilaporkan ke Polisi
ilustrasi ancaman (https://www.pexels.com/id-id/@goumbik/)
  • Wali Kota Dumai, Paisal, dilaporkan ke Polres Dumai oleh komunitas buruh pelabuhan atas dugaan pengancaman terkait ucapannya saat aksi unjuk rasa di kantor KSOP.
  • Kasus bermula dari protes buruh terhadap kebijakan baru Kepala KSOP Dumai; dalam aksi itu, Paisal menyatakan kekecewaan dan sempat melontarkan ancaman akan membakar kantor KSOP.
  • Polda Riau memastikan laporan sedang ditangani Polres Dumai, sementara Paisal belum dimintai keterangan karena disebut ajudannya sedang berada di luar kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pekanbaru, IDN Times - Paisal dilaporkan ke pihak kepolisian di Kota Dumai, Provinsi Riau. Wali Kota Dumai itu dilaporkan atas dugaan pengancaman. Dimana, pelapornya adalah komunitas masyarakat di pelabuhan Kota Dumai.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua saat dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, pelapor melaporkan Wali Kota Dumai itu di Polres setempat.

"Terkait kasus Wali Kota Dumai, Kapolres Dumai sudah berkoordinasi dengan saya," kata Kombes Pol Hasyim, Senin (15/6/2026).

1. Belum dipanggil untuk dimintai keterangan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua (IDN Times/ Fanny Rizano)

Kombes Pol Hasyim menerangkan, orang nomor satu di Kota Dumai itu dilaporkan oleh buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan Kota Dumai. Dimana, laporan itu diterima oleh Polres Kota Dumai pada Minggu (14/6/2026). 

"Laporannya terkait ucap pak Wali Kota Dumai yang bagi mereka (pelapor) kurang berkenan. Entah itu pencemaran nama baik atau yang lain-lain, nanti kami dalami," terang Kombes Pol Hasyim.

Lebih lanjut, Kombes Pol Hasyim mengaku memberikan atensi kepada Polres Kota Dumai untuk penanganan kasus tersebut. 

"Pak Wali belum dimintai keterangan, kan baru kemarin dilaporkan. Kami akan melakukan asistensi sejauh mana penanganan kasus yang sudah ditangani oleh Polres Dumai," lanjutnya.

2. Mau bakar kantor KSOP

Kantor KSOP Kota Dumai (IDN Times/ djpl_ksopdumai)

Diketahui, kasus yang dilaporkan tersebut berawal dari aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Buruh Kota Dumai di kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Dumai. Saat itu, massa yang diperkirakan ratusan orang, memblokade jalan masuk ke pelabuhan.

Aksi tersebut, dipicu terkait kebijakan baru yang dibuat oleh Kepala KSOP Kota Dumai, yakni mengenai operasi pelabuhan yang dinilai ditertibkan secara sepihak. 

Saat unjuk rasa berlangsung, Paisal bersama anggota DPRD Kota Dumai datang dan menemui massa aksi. Disana, Paisal mendukung massa aksi. 

Dalam pertemuan itu, Paisal mengaku kecewa dengan KSOP Kota Dumai, karena dinilai tidak menghormati kesepakatan dengan pemerintah daerah. Atas hal itu, Paisal meminta kebijakan yang dibuat Kepala KSOP Kota Dumai untuk ditinjau kembali.

Disamping itu, Paisal juga dengan Kepala KSOP Kota Dumai, lantaran tidak datang menemui massa aksi. Adapun alasan Kepala KSOP Kota Dumai, yaitu mendadak ke Jakarta.

"Saya hubungi tidak dibalas. Ada apa sebenarnya. Saya kecewa sekali. Kalau ada surat keluar lagi hari ini, mohon maaf kita akan bakar KSOP ini. Kami tidak dihormati. Ditelepon tak diangkat, saya undang tidak datang, ada apa ini," kata Paisal dalam video yang beredar di media sosial.

3. Ajudan sebut Wali Kota sedang di luar kota

Wali Kota Dumai Paisal (IDN Times/ IG kominfo.dumai)

Terkait dengan laporan tersebut, tim IDN Times mencoba menghubungi Paisal. Namun, saat dihubungi melalui nomor handphone yang bisa digunakannya tidak aktif.

Tim IDN Times mencoba menghubungi ajudannya yang bernama Rauf. Akan tetapi, Rauf mengatakan bahwa Wali Kota Dumai tersebut sedang berada di luar kota.

"Nanti diinformasikan kembali ya," ucap Rauf membalas pesan chat dari aplikasi WhatsApp.

Editorial Team

Related Article