Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mahasiswa Darma Agung Demo Tuntut Surat Pindah Kuliah dari Kampus
Mahasiswa UDA melakukan aksi dengan bakar ban sebagai bentuk kekecewaan kepada pihak kampus yang mengutip uang Rp2 juta untuk surat pindah ke kampus lain yang digelar di depan Biro Rektor, Jalan DR TD Pardede Medan (Dok. Romi for IDN Times)

  • Mahasiswa UDA di Medan berdemo menuntut surat rekomendasi pindah kampus agar masa studi tidak terganggu, di tengah perseteruan yayasan dan isu akreditasi.
  • Massa menolak biaya tambahan Rp2 juta dan menyatakan pertemuan sebelumnya dengan rektorat gagal menghasilkan solusi; aksi sempat diwarnai saling dorong.
  • Rektor Suwardi Lubis mengancam peserta demo dengan DO terkait tunggakan kuliah, memicu ketegangan; mahasiswa lalu berkonvoi ke LLDIKTI Sumut menyampaikan tuntutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
7 Juli 2026

BAN-PT mencabut akreditasi Universitas Darma Agung.

Jumat (28/8/2026)

Mahasiswa UDA berdemonstrasi menuntut surat rekomendasi pindah kampus dan menolak biaya tambahan. Pertemuan mereka dengan rektorat sebelum aksi tidak menghasilkan solusi.

Sekitar pukul 11.30 WIB

Rektor Suwardi Lubis menemui mahasiswa dan mengancam peserta aksi dengan DO. Ketegangan meningkat setelah ia mendorong seorang mahasiswa, lalu massa berkonvoi ke Kantor LLDIKTI Wilayah I Sumatra Utara.

Hingga berita ini diturunkan

Pihak UDA belum memberikan keterangan resmi mengenai mekanisme surat pindah dan status akademik mahasiswa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mahasiswa Universitas Darma Agung berdemonstrasi menuntut surat rekomendasi pindah kampus setelah BAN-PT mencabut akreditasi UDA. Aksi diwarnai saling dorong dan ketegangan dengan rektor.
  • Who?
    Mahasiswa UDA, Rektor UDA Prof. Suwardi Lubis, Wakil Rektor III Aripin Sihombing, serta aparat kepolisian yang mengawal aksi terlibat dalam situasi tersebut.
  • Where?
    Aksi berlangsung di depan kampus UDA dan Biro Rektor di Jalan dr. T.D. Pardede, Medan Barat. Massa kemudian berkonvoi ke Kantor LLDIKTI Wilayah I Sumatra Utara, Medan Sunggal.
  • When?
    Demonstrasi berlangsung Jumat, 28 Agustus 2026. Akreditasi UDA dicabut BAN-PT pada 7 Juli 2026. Rektor menemui mahasiswa sekitar pukul 11.30 WIB.
  • Why?
    Mahasiswa meminta kepastian perpindahan ke perguruan tinggi lain agar masa studi tidak terganggu. Mereka juga menolak biaya tambahan Rp2 juta yang disebut diminta kampus pascapolemik internal yayasan.
  • How?
    Mahasiswa menyampaikan orasi, mendesak rektor menemui mereka, dan mengaku pertemuan sebelumnya tidak menghasilkan solusi. Setelah rektor mengancam DO dan terjadi dorongan, massa berkonvoi ke LLDIKTI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mahasiswa UDA di Medan demo karena kampusnya tidak punya akreditasi lagi. Mereka minta surat untuk pindah kampus supaya kuliah tidak berhenti. Mereka juga tidak mau bayar uang tambahan Rp2 juta. Rektor sempat marah dan bilang peserta demo bisa dikeluarkan. Mahasiswa lalu pergi ke kantor LLDIKTI. Kampus belum memberi jawaban resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah ketidakpastian status akademik, mahasiswa UDA menunjukkan kepedulian kuat terhadap kelanjutan studi dan beban keluarga yang membiayai pendidikan mereka. Upaya menyampaikan aspirasi, membawa bukti pembayaran, serta mendatangi LLDIKTI mencerminkan keberanian untuk mencari kejelasan melalui jalur yang mereka yakini, dengan aksi yang juga mendapat pengawalan aparat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Aksi saling dorong mewarnai demonstrasi sejumlah mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) di depan kampus UDA, Jalan dr. T.D. Pardede, Medan Barat, Jumat (28/8/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut pihak rektorat menerbitkan surat rekomendasi pindah kampus. Mereka mengaku ingin segera pindah ke perguruan tinggi lain agar masa studi tidak terganggu. Buntut dari perseteruan pihak yayasan hingga soal akreditasi kampus.

1. Tolak beban biaya tambahan

Mahasiswa UDA melakukan aksi dengan bakar ban sebagai bentuk kekecewaan kepada pihak kampus yang mengutip uang Rp2 juta untuk surat pindah ke kampus lain yang digelar di depan Biro Rektor, Jalan DR TD Pardede Medan (Dok. Romi for IDN Times)

Para mahasiswa secara bergantian menyampaikan aspirasi di depan gerbang kampus. Mereka menolak adanya pembebanan biaya tambahan dari pihak rektorat pascapolemik internal Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA).

"Ini bukan tentang kita. Ini tentang orang tua kita di kampung yang susah payah mencari uang untuk biaya kuliah kita," ujar salah seorang orator aksi.

"Kami jelas menolak uang Rp2 juta yang diminta pihak kampus," tegas orator lainnya.

Mahasiswa juga mendesak Rektor UDA keluar menemui mereka. "Rektor, keluar kau.. jangan sembunyi di dalam," teriak peserta aksi.

"Pihak rektorat tidak mau bertanggung jawab. Mahasiswa disuruh bayar tapi tidak ada juga hasilnya," ujar salah seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.

2. Mahasiswa akui pertemuan itu tidak menghasilkan solusi

Mahasiswa UDA melakukan aksi dengan bakar ban sebagai bentuk kekecewaan kepada pihak kampus yang mengutip uang Rp2 juta untuk surat pindah ke kampus lain yang digelar di depan Biro Rektor, Jalan DR TD Pardede Medan (Dok. Romi for IDN Times)

Mahasiswa mengaku telah menemui pihak rektorat sebelum berunjuk rasa. Namun pertemuan itu tidak menghasilkan solusi.

"Kami tadi sudah menghadap pihak rektorat, bicara baik-baik, tapi belum ada juga solusinya. Makanya, kami demo sekarang," ujarnya.

Suasana sempat memanas ketika dua pengendara sepeda motor melintas sambil membunyikan klakson panjang. "Ini jalan umum. Mana izin polisinya," kata pengendara tersebut.

Mahasiswa kemudian mencegat dan menegaskan aksi telah mengantongi izin. "Ini sudah ada izinnya. Buktinya, ini ada polisi yang mengawal," jawab mahasiswa.

3. Rektor ancam DO, mahasiswa konvoi ke LLDIKTI

Mahasiswa UDA melakukan aksi dengan bakar ban sebagai bentuk kekecewaan kepada pihak kampus yang mengutip uang Rp2 juta untuk surat pindah ke kampus lain yang digelar di depan Biro Rektor, Jalan DR TD Pardede Medan (Dok. Romi for IDN Times)

Sekitar pukul 11.30 WIB, Rektor UDA Prof. Suwardi Lubis menemui mahasiswa di depan Biro Rektor. Ketegangan kembali terjadi saat mahasiswa meminta surat rekomendasi pindah karena telah membayar uang kuliah.

Namun, Suwardi justru menuding mahasiswa belum membayar uang kuliah dan mengancam akan mengeluarkan dari kampus.

"Kalian belum membayar uang kuliah dan yang ikut demo akan di-_drop out_ (DO)," ujarnya dengan nada tinggi.

Pernyataan itu memicu kemarahan mahasiswa. Sejumlah mahasiswa siap menunjukkan bukti kwitansi pembayaran. Suwardi kemudian tampak mendorong salah seorang mahasiswa sehingga peserta aksi semakin berteriak.

Wakil Rektor III, Aripin Sihombing, segera melerai dan meminta seorang dosen membawa Suwardi masuk ke gedung Biro Rektor.

Tidak puas dengan jawaban pihak kampus, massa mahasiswa kemudian melakukan konvoi menuju Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I Sumatra Utara di Jalan Sempurna, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Sunggal, untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Berdasarkan Sertifikat Akreditasi BAN-PT Nomor 1617/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/PT/X/2022, UDA menyandang status "Akreditasi Baik" yang berlaku sejak 6 September 2022 sampai dengan 6 September 2027. Sertifikat tersebut ditandatangani Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Ari Purbayanto, Ph.D. pada 5 Oktober 2022.

UDA juga mengimbau seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk merujuk pada informasi resmi dari universitas.

"Universitas Darma Agung berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, tata kelola, dan pelayanan kepada seluruh stakeholders," tulis Pimpinan Universitas Darma Agung dalam penyataan resminya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article