Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lonjakan Harga Jelang Ramadan Akan Segera Kembali Normal

Lonjakan Harga Jelang Ramadan Akan Segera Kembali Normal
ilustrasi orang belanja sayuran (pixabay.com/TungArt7)
5W1H
  • What?
    Aktivitas belanja masyarakat di Sumatera Utara mengalami penurunan setelah lonjakan menjelang Ramadan dan diperkirakan akan kembali normal dalam sekitar 20 hari.
  • Who?
    Pedagang seperti Berta serta pengamat ekonomi Gunawan Benjamin memberikan keterangan mengenai tren belanja dan harga komoditas selama Ramadan.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi di wilayah Sumatera Utara, termasuk Kota Medan, yang menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan pangan.
  • When?
    Penurunan aktivitas belanja mulai terlihat sejak 1 Ramadan, dengan proyeksi normalisasi dalam 20 hari ke depan selama bulan Ramadan berlangsung.
  • Why?
    Penurunan terjadi karena sebagian pedagang kuliner tidak membuka lapak selama Ramadan sehingga serapan komoditas pangan menurun meski permintaan beberapa bahan pokok tetap tinggi.
  • How?
    Kondisi pasar menunjukkan tekanan harga lebih disebabkan oleh perubahan permintaan, sementara pasokan dari wilayah Sumut dinilai masih stabil tanpa gangguan signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "5W1H" helpful?

Medan, IDN Times - Setelah lonjakan belanja masyarakat pada H-5 hingga H-1 Ramadan, belanja masyarakat diprediksi akan kembali mengalami penurunan. Hal ini tergambar salah satunya dengan penurunan aktivitas pemotongan sapi di wilayah Sumut.

Salah satu pedagang, Berta menyatakan bahwa terjadi penurunan tajam pada aktivitas belanja masyarakat pada 1 Ramadhan, dan selanjutnya belanja masyarakat akan kembali normal.

"Saya menilai belanja masyarakat akan berada sedikit diatas harian normal, dan belanja masyarakat akan kembali menggeliat satu pekan jelang Ramadan," katanya.

1. Ada 20 hari dalam bulan Ramadan tren belanja sedikit turun

ilustrasi perempuan belanja bahan makanan (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi perempuan belanja bahan makanan (pexels.com/Gustavo Fring)

Diperhitungkan setidaknya ada 20 hari dalam bulan Ramadan dimana tren belanja sedikit turun dan berada sedikit di atas harian normalnya. Sejumlah komoditas pangan yang tetap mengalami kenaikan demand selama ramadhan diantaranya adalah gula pasir, tepung, minyak goreng, kelapa hingga buah buahan.

Sedangkan untuk komoditas sumber protein seperti daging sapi, daging ayam, telur ayam dan ikan permintaannya akan kembali stabil.

2. Tidak semua pedagang kuliner membuka lapak selama Ramadan dampaknya serapan komoditas pangan berpeluang turun

ilustrasi perempuan belanja produk promo (pexels.com/Kevin Malik)
ilustrasi perempuan belanja produk promo (pexels.com/Kevin Malik)

Menurut pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin tidak semua pedagang kuliner membuka lapak selama Ramadan, sehingga serapan komoditas pangan justru berpeluang turun. Seperti daging sapi yang lebih banyak mengandalkan demand atau permintaan dari pedagang bakso.

"Begitupun harga belum tentu akan turun dalam. Menurut perhitungan saya harga pada beberapa komoditas sumber protein akan kembali sama dengan harga sebelum H-5 Ramadhan. Kecuali untuk komoditas cabai yang tengah mencari titik keseimbangan baru ditengah gangguan panen yang dihadapi petani," sambungnya.

3. Tekanan harga lebih dikarenakan oleh demand

ilustrasi perempuan berbelanja (pexels.com/Helena Lopes)
ilustrasi perempuan berbelanja (pexels.com/Helena Lopes)

Dia menilai secara keseluruhan tidak ada potensi gangguan harga yang signifikan diakibatkan oleh gangguan pasokan dari Sumut selama Ramadan.

"Namun, tekanan harga lebih dikarenakan oleh demand serta potensi kenaikan harga dari luar Sumut," tutupnya.

Share
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More