Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kapten Kapal di Danau Toba Ditemukan Meninggal, Diduga Bunuh Diri

Kapten Kapal di Danau Toba Ditemukan Meninggal, Diduga Bunuh Diri
ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)
Intinya Sih
  • Seorang kapten kapal bernama Tunggul Simanjuntak ditemukan meninggal tergantung di gudang dekat Pelabuhan Mulia Raja, Balige, oleh dua anak buah kapalnya pada Jumat siang.
  • Polisi menyebut korban memiliki riwayat penyakit jantung dan diduga mengalami tekanan psikologis akibat kondisi kesehatannya yang mengharuskannya menjalani tindakan bypass jantung.
  • Penyebab pasti kematian masih diselidiki; polisi telah mengevakuasi jenazah, mengamankan barang bukti, memeriksa saksi kru kapal, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Toba, IDN Times - Suasana siang di Pelabuhan Mulia Raja, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, mendadak gempar pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Seorang nahkoda kapal, Tunggul Simanjuntak (52), ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah gudang dekat area pelabuhan.

Korban diketahui merupakan nahkoda di KMP Kaldera Toba. Ia ditemukan oleh dua anak buah kapal (ABK) saat hendak mengambil barang di gudang Wings Ramdor yang berada di depan kapal tersebut.

1. Ditemukan ABK saat hendak ambil barang

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Esti Suryani)

Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Pradipta Marbun (23) bersama rekannya Joni Andre Manullang (21). Keduanya masuk ke gudang untuk mengambil helm.

Saat berada di dalam, Pradipta melihat korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan sehelai selimut kecil berwarna biru kehijauan yang diikat pada pipa besi di dinding gudang. Saat itu, pintu gudang sebelumnya dalam kondisi tertutup.

Melihat kejadian tersebut, saksi langsung memberitahukan kepada awak kapal lain yang berada di sekitar KMP Kaldera Toba.

2. Diduga frustasi karena penyakit yang mendera

ilustrasi jantung manusia (pexels.com/pexels)
ilustrasi jantung manusia (pexels.com/pexels)

Dari keterangan kepolisian, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. Ia bahkan sempat menjalani operasi pemasangan ring jantung sebelumnya.

AKP Libertius Siahaan menyebut, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat kondisi kesehatannya. Korban disebut sempat disarankan dokter untuk menjalani tindakan bypass jantung.

“Diduga korban mengalami frustasi akibat penyakit yang dialaminya, dimana sebelumnya korban disarankan untuk dilakukan by pass pada bagian jantung,” ujar AKP Libertius Siahaan.

3. Polisi Selidiki penyebab pasti dan kumpulkan bukti

Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat
Ilustrasi garis polisi. (IDN Times/Arief Rahmat

Meski dugaan mengarah pada bunuh diri, polisi menegaskan penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan. Jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Porsea untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya selimut yang digunakan korban, sandal jepit, KTP, serta berbagai obat-obatan yang ditemukan di kamar korban.

Selain itu, polisi juga memeriksa saksi dari kru kapal dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar KMP Kaldera Toba guna mengungkap kronologi lengkap kejadian.

Depresi bukanlah persoalan sepele. Bila kamu merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

 

Saat ini, tidak ada layanan hotline atau sambungan telepon khusus untuk pencegahan bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan Indonesia pernah meluncurkan hotline pencegahan bunuh diri pada 2010. Namun, hotline itu ditutup pada 2014 karena rendahnya jumlah penelepon dari tahun ke tahun, serta minimnya penelepon yang benar-benar melakukan konsultasi kesehatan jiwa. Walau begitu, Kemenkes menyarankan warga yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565

RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025

RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841

RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601

RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444.

Selain itu, terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu. Kamu juga bisa menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri, lembaga swadaya masyarakat yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan jiwa.

Tujuan dibentuknya komunitas ini adalah untuk mengubah perspektif masyarakat terhadap mental illness dan meluruskan mitos serta agar masyarakat paham bunuh diri sangat terkait dengan gangguan atau penyakit jiwa. Kalian dapat menghubungi komunitas ini melalui nomor telepon 021-06969293 atau melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More