Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jadi Tersangka, Kakek Pedagang Mainan Diduga Cabuli 28 Orang Siswi SD

Jadi Tersangka, Kakek Pedagang Mainan Diduga Cabuli 28 Orang Siswi SD
Tangan tersangka pencabulan diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Intinya Sih
  • Seorang kakek pedagang mainan berusia 64 tahun di Deli Serdang ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga mencabuli 28 siswi SD dari beberapa sekolah di Kecamatan Percut Seituan.
  • Polisi mengungkap modus pelaku yang memberi uang dan jajanan kepada korban berusia 9–11 tahun, serta telah melakukan pemeriksaan forensik dan pendampingan mental bagi para siswi tersebut.
  • Dari ponsel tersangka ditemukan banyak foto dan video porno, termasuk rekaman korban tanpa izin, sementara pelaku mengaku motifnya karena tidak mampu berhubungan dengan istrinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Masyarakat di Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, awal Februari 2026 lalu digegerkan dengan aksi pencabulan seorang kakek pedagang mainan. Tak hanya satu SD saja, setidaknya beberapa SD melaporkan kasus yang sama. Siswi mereka mengaku telah dicabuli sang kakek berumur 64 tahun itu, dan biasanya selalu diiming-imingi sesuatu dalam melancarkan aksinya.

Setelah didata oleh Polrestabes Medan, ternyata korban aksi cabul sang kakek mencapai 28 orang. Jumlah tersebut tentu menimbulkan traumatis bagi puluhan siswi SD yang menuntut ilmu di Desa Sampali saat ini.

1. Data terbaru, ternyata sudah ada 28 siswi SD yang dicabuli kakek pedagang mainan

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, membenarkan jumlah terbaru siswi SD korban pencabulan pedagang mainan berinisial LG. Bukan satu atau dua orang saja, bahkan total mencapai 28 siswi! Kini, pihaknya telah mantap menetapkan pria tua itu sebagai tersangka kasus pencabulan.

"Tersangka mencabuli anak-anak SD di bawah umur. Jadi anak-anak sekolah yang menjadi korbannya kini berjumlah 28 orang," kata Bayu, Jumat (20/2/2026) malam.

Pihaknya telah menghimpun informasi ini dari sekolah maupun dinas terkait. Puluhan siswi yang menuntut ilmu di Percut Seituan, itu kompak mengaku telah dilecehkan.

"Sudah kita minta keterangan dari pendampingan dinas-dinas terkait. Bahwa mereka (siswi SD) mengalami tindak pencabulan, di antaranya seperti dicium, kemudian diraba paha dan area sensitif, dielus, dipangku, hingga diremas," lanjutnya.

2. Polisi telah melakukan pemeriksaan forensik, 28 siswi SD yang dicabuli dilakukan pendampingan mental

ilustrasi pelecehan (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pelecehan (IDN Times/Aditya Pratama)

Bayu menerangkan bahwa siswi SD yang dicabuli tersangka LG masih berumur sekitar 9 sampai 11 tahun. Bahkan, mereka mulanya tidak sadar bahwa kontak fisik yang dilakukan sang kakek tergolong ke dalam aksi pelecehan seksual.

"Mereka masih sangat belia sekali, belum mengetahui motif dari kakek ini. Modusnya, tersangka memberikan sejumlah uang kepada calon korban yang di bawah umur tersebut. Nilainya bervariasi. Ada yang Rp5.000 kemudian ada yang Rp2.000, tergantung kakek tersebut apakah dagangannya laris atau tidak," jelas Bayu.

Selain memberikan uang, puluhan korbannya kerap diberikan jajanan kesukaan mereka. Sehingga anak-anak merasa dekat dan berpikir bahwa tersangka seyogianya melakukan suatu kebaikan kepada mereka.

"Kini 28 siswi sudah kita lakukan pemeriksaan forensik. Kita juga melakukan upaya untuk mengembalikan mental bagi anak-anak tersebut," jelas Kasat Reskrim Polrestabes Medan.

3. Terungkap banyak foto dan video porno di ponsel tersangka, para korban juga kerap difoto tanpa izin

IMG_20250927_090848.jpg
Tangan tersangka pencabulan diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Polisi juga sejauh ini telah menyita barang bukti berupa ponsel milik tersangka LG. Pria berusia 64 tahun itu ternyata banyak menyimpan foto berbau porno. Bahkan, anak-anak yang menjadi korbannya juga diambil fotonya.

"Setelah kita cek di dalamnya, ada foto-foto porno dan video-video. Dan ponsel ini juga untuk merekam anak-anak di bawah umur tersebut, ya. Dan di sini banyak video-video mereka," beber Bayu.

Belakangan terungkap motif pria tua pedagang mainan itu berani melakukan aksi tak senonoh terhadap puluhan anak di bawah umur. Ia mengaku sudah lama tak merasakan hubungan suami istri.

"Motif kakek ini karena sudah tidak bisa berhubungan selayaknya suami istri kepada istrinya. Karena pengakuannya jantung sudah dipasang ring. Sehingga ia menyalurkan hasrat tersebut yaitu dengan cara mencabuli anak-anak di bawah umur. Ya, ini sangat tragis sekali, sehingga kita pun dengan segala upaya dan penegakan yang kita lakukan akan memberikan keadilan dan memberikan keamanan bagi anak-anak," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More