Terlibat Baku Tembak dengan Polisi, Pengedar Narkoba 80 Kg Ditangkap

- Dua kurir ditangkap di Jalan Lintas Sumatera setelah baku tembak dengan polisi saat membawa 80 kilogram sabu dan 50 ribu butir ekstasi menuju Medan.
- Polrestabes Medan juga membongkar jaringan internasional yang melibatkan dua Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia, membawa ribuan pil ekstasi dan cairan ethylene lewat jalur laut.
- Kasus lain di perairan Sumut mengungkap modus penyelundupan sabu dalam jeriken, bahkan para pelaku pernah dirampok oleh jaringan narkoba lain di tengah laut.
Medan, IDN Times - Sat Narkoba Polrestabes Medan menangkap dua kurir yang membawa 80 kilogram narkotika jenis sabu-sabu. Momen penangkapan di Jalan Lintas Sumatera ini menyajikan momen cukup menegangkan. Di tengah arus lalu lintas jalan raya, para pelaku tak segan menggunakan senapan angin dan terlibat baku tembak dengan kepolisian. Beruntung, aksi mereka digagalkan saat itu juga dan kini keduanya telah diboyong di Polrestabes Medan, Sabtu (21/2/2026).
Tak hanya itu saja, baru-baru ini Polrestabes Medan juga membongkar sindikat narkoba jaringan internasional yang dikendalikan oleh 2 pekerja Migran Indonesia. Mereka menyelundupkan ribuan butir pil ekstasi menggunakan kapal yang membawanya pulang ke Sumatera Utara.
1. Detik-detik kurir dilumpuhkan di Jalan Lintas Sumatera saat bawa 80 kilogram sabu dan 50 ribu butir ekstasi

Tempo 100 hari, Polrestabes Medan setidaknya sudah menyita 156 kilogram sabu, 3 kilogram ganja, 60 ribu butir pil ekstasi, dan 400 butir Happy Five dari 718 tersangka narkoba. Di antara sejumlah kasus yang terbongkar, jaringan nasional Jambi - Pekanbaru - Medan menjadi salah satu yang menarik perhatian. Sebab, dua kurir membawa 80 kilogram narkotika jenis sabu-sabu dan puluhan ribu butir pil ekstasi sekaligus.
"Ada dua tersangka, yakni tersangka YNP dan tersangka SB. Keduanya diamankan di Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di Asahan saat hendak menunu ke Medan. Tersangka YNP yang mengendarai mobil yang di dalamnya berisi 80 kilogram sabu dan 50.000 butir ekstasi. Dan tersangka SB adalah temannya," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.
Tersangka YNP mulanya diperintah oleh salah seorang buronan untuk menjemput narkoba di Tanjungbalai. Syaratnya adalah, para tersangka mengambil barang di Tanjungbalai dengan tetap dikontrol sang bandar melalui aplikasi Alfred Kamera. Aplikasi ini menjadi salah satu akal licik sang bandar dalam memantau kaki tangannya.
"Para bandarlah yang memerintahkan mereka untuk memasang satu aplikasi, diinstal seperti itu, dan selama perjalanan harus posisi on. Jika mereka tak sampai dalam waktu 2 hari 2 malam, berarti sudah gagal ataupun terjadi sesuatu," lanjutnya.
Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku bahkan sempat mengelabui petugas berwajib dengan mengganti plat mobil. Saat ditangkap pun, mereka diduga melakukan perlawanan dengan memakai senjata senapan angin berusaha menyerang polisi.
Momen penangkapan menjadi semakin mencekam. Terlebih saat itu di Jalan Lintas Sumatera tengah ramai pengendara yang melintas. Mereka terpaksa berhenti dan berlarian takut terkena peluru yang nyasar.
"Dari informasi yang kami peroleh, sopir setidaknya dijanjikan Rp280 juta untuk pengantaran tersebut. Dan untuk tersangka SB mendapat upah Rp100 juta," sebut Calvijn.
2. Polisi juga bekuk 2 Pekerja Migran yang bawa narkotika dari Malaysia

Bukan hanya narkotika jaringan nasional saja, Polrestabes Medan juga baru-baru ini menangkap jaringan internasional Malaysia - Indonesia. Dua kurir yang ditangkap ternyata seorang pekerja migran yang kontrak kerjanya sudah habis di Malaysia.
"Mereka membawa barang bukti 5.000 butir ekstasi dan 250 pod vaping liquid yang kandungannya adalah ethylene. Kedua tersangka ini berinisial AP dan RF, merupakan Pekerja Migran Indonesia," beber Calvijn.
Mereka sejak 2022 tinggal di Malaysia sebagai Pekerja Migran. Namun, keadaan memaksa mereka untuk meninggalkan negeri jiran. Namun, saat kembali ke Indonesia, mereka alih-alih bekerja sama dengan bandar narkoba dan membawa ribuan butir pil ekstasi.
"Karena tak diterima oleh majikannya, sehingga kedua tersangka ini memberanikan diri untuk lari ke Indonesia, dengan bertemu inisial DPR untuk mengantarkan sekaligus membawa 5.000 butir ekstasi dan 250 pod vaping liquid, cartridge yang isinya adalah cairan ethylene. Kedua tersangka ini membawa barang-barang tersebut setelah bertemu tersangka DPR di Malaysia," sebut Kapolrestabes Medan.
Momen "balik kampung" itu diwarnai tindakan penyamaran. Bahkan kedatangan mereka kembali ke Indonesia bersama dengan belasan Pekerja Migran lainnya.
"Mereka membawa narkotika itu menggunakan kapal bersama 15 Pekerja Migran Indonesia lainnya. Tetapi yang menguasai barang bukti adalah dua tersangka ini saja," rincinya.
3. Momen unik salah satu pelaku narkoba ngaku pernah dirampok oleh jaringan narkoba lainnya

Tak sampai di situ, polisi juga melakukan penangkapan jaringan narkotika di perairan Sumut. Barang bukti yang disita berupa 15 kilogram sabu-sabu. Dua kurir berinisial MR dan JS diringkus saat membawa jeriken berisi narkotika.
"Yang menarik di kasus ini, modusnya adalah membawa kapal ke tengah laut kemudian masuk perairan sungai, dengan menerima 12 kilogram sabu. Seluruh barang bukti ini dimasukkan ke dalam jeriken yang sudah dimodifikasi. Sabu masuk di dalamnya, dan dijahit di bagian bawah jeriken seolah-olah mereka membawa bahan lain," jelas Calvijn.
Pada saat melakukan pengembangan di salah satu rumah tersangka, polisi setidaknya mendapatkan 17 drum yang serupa. Jaringan ini ternyata sudah beberapa kali beraksi melalui jalur perairan laut. Dan menariknya, mereka beberapa kali pula pernah "dirampok" oleh pelaku narkotika yang lain.
"Ada kejahatan-kejahatan lain di tengah laut. Para tersangka ini pernah mengalami perampokan narkoba di tengah laut. Ini satu diksi yang menarik. Namun sejauh ini tim masih mendalami, namun berdasarkan penjelasan mereka, di tengah laut saat para pelaku membawa narkoba, ternyata ada pelaku lainnya yang berani mendekati kapal mereka dan melakukan perampokan. Kami sedang mendalami para tersangka mengenai kasus perampokan narkoba ini," pungkasnya.


















