Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BKSDA: Empat Gajah Mati di Aceh Sejak Januari 2026

Kota Medan
BKSDA: Empat Gajah Mati di Aceh Sejak Januari 2026
Satu individu gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di areal perkebunan kelapa sawit milik PT MPLI di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
  • BKSDA Aceh mencatat empat Gajah Sumatra mati sejak Januari hingga 11 Agustus 2026, dengan kasus terbaru anak gajah jinak Yuna di PLG Saree, Aceh Besar.
  • Penyebab kematian bervariasi, meliputi sengatan kawat listrik, infeksi luka akibat jerat, kematian gajah jantan yang masih diperiksa, serta dugaan infeksi virus EEHV pada Yuna.
  • Dalam lima tahun hingga 11 Agustus 2026, terdapat 25 kematian Gajah Sumatra di Aceh; BKSDA menyoroti ancaman penyakit, pagar listrik ilegal, dan jerat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banda Aceh, IDN Times - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mencatat empat Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) mati sejak Januari hingga 11 Agustus 2026. Penyebab kematian satwa dilindungi tersebut beragam, mulai dari tersengat listrik hingga diduga terserang virus.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Utama, mengatakan kematian terbaru terjadi pada anak gajah jinak bernama Yuna di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Kabupaten Aceh Besar.

“Dengan kasus Yuna ini, berarti ada empat kematian,” kata Ujang saat dikonfirmasi IDN Times, Kamis (13/8/2026).


  1. 1. Empat gajah mati dengan penyebab berbeda

    Satu individu gajah mati di kawasan bantaran Sungai Krueng Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. (Dokumentasi warga untuk IDN Times)
    Satu individu gajah mati di kawasan bantaran Sungai Krueng Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. (Dokumentasi warga untuk IDN Times)

    Ujang mengatakan, empat kasus kematian gajah yang tercatat sepanjang 2026 memiliki penyebab berbeda.

    Kasus pertama terjadi pada 21 Februari 2026. Seekor gajah betina liar berusia sekitar 20 tahun ditemukan mati di kawasan Gampong Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

    Gajah tersebut diketahui mati setelah tersengat kawat yang dialiri arus listrik di area perkebunan warga.

    Kemudian, pada Maret 2026, seekor anak gajah ditemukan mati di Aceh Jaya. Satwa tersebut mengalami infeksi pada luka setelah terkena jerat.

    Kasus berikutnya terjadi pada 9 Agustus 2026. Seekor gajah jantan ditemukan mati di areal perkebunan kelapa sawit milik PT Mestika Prima Lestari Indah (MPLI), Gampong Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang.

    Berdasarkan identifikasi awal, kedua gading gajah tersebut masih utuh dan tidak ditemukan luka pada bagian tubuh. BKSDA Aceh kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kematiannya.

    Dua hari setelah kasus di Aceh Tamiang, tepatnya 11 Agustus 2026, Yuna ditemukan mati di PLG Saree.

    Yuna diduga terserang Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV), virus yang dikenal dapat menyebabkan kematian mendadak pada anak gajah.


  2. 2. Sebanyak 25 gajah mati dalam lima tahun terakhir

    Satu individu gajah mati di kawasan bantaran Sungai Krueng Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. (Dokumentasi warga untuk IDN Times)
    Satu individu gajah mati di kawasan bantaran Sungai Krueng Lancong, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. (Dokumentasi warga untuk IDN Times)

    BKSDA Aceh mencatat terdapat 25 kasus kematian Gajah Sumatra dalam kurun lima tahun terakhir, yakni sejak 2022 hingga 11 Agustus 2026.

    Rinciannya, satu kasus terjadi pada 2022, kemudian empat kasus pada 2023.

    Jumlah kematian meningkat pada 2024 dengan sembilan kasus, sebelum kembali menjadi tujuh kasus pada 2025.

    Sementara hingga 11 Agustus 2026, sudah tercatat empat kasus kematian gajah di Aceh.

    Jika dihitung berdasarkan data tersebut, 2024 menjadi tahun dengan jumlah kematian gajah tertinggi dalam lima tahun terakhir, yakni mencapai sembilan kasus.


  3. 3. Penyebab kematian menjadi perhatian

    Screenshot_20260813_122204_Chrome.jpg
    Yuna, anak Gajah Sumatra mati di PLG Saree, Kabupaten Aceh Besar. (Dokumentasi BKSDA Aceh)

    Beragamnya penyebab kematian menunjukkan sejumlah ancaman yang dihadapi populasi Gajah Sumatra di Aceh.

    Selain faktor penyakit seperti EEHV, satwa tersebut juga menghadapi ancaman akibat aktivitas manusia, termasuk penggunaan pagar listrik ilegal dan pemasangan jerat di kawasan habitatnya.

    BKSDA Aceh terus melakukan penanganan dan pemantauan terhadap keberadaan gajah liar maupun gajah binaan guna mencegah kematian serta mengantisipasi ancaman terhadap satwa dilindungi tersebut.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More