Sumatra Gelap, Toko Kue di Medan Terpaksa Tutup 3 Outlet

- Pemadaman listrik massal di Sumatera pada 22–23 Mei 2026 membuat brand kuliner Kui Sus menutup tiga outletnya karena operasional terhenti total dan pesanan pelanggan dibatalkan.
- Pemilik Kui Sus, Peri, menyoroti kurangnya komunikasi dari PLN dan membandingkan dengan sistem informasi darurat di Dubai yang dinilai lebih cepat serta transparan bagi warga terdampak.
- PLN menjelaskan gangguan disebabkan kerusakan transmisi 275 kV di Jambi akibat cuaca ekstrem dan berjanji melakukan pemulihan bertahap, namun pelaku UMKM masih berharap ada kompensasi serta update real-time.
Medan, IDN Times – Pemadaman listrik di Sumatra sejak 22 Mei 2026 membuat para pelaku usaha kuliner merugi. Seperti brand kuliner Kui Sus yang terpaksa menutup sementara tiga outletnya. Pemilik usaha bernama Peri, mengaku rugi karena tidak ada kepastian informasi dari pihak penyedia listrik.
“Mohon maaf, sehubung dengan adanya pemadaman listrik yang terjadi di Sumatra. Operasional semua cabang KUISUS TUTUP sementara. Terima Kasih atas pengertiannya. Buka kembali 24 Mei 2026,” tulis Kui Sus dalam pengumuman resmi.
1. Ada tiga outlet Kui Sus yang tutup

Tiga outlet yang terdampak berada di Pabrik Tenun, Cemara Deli Serdang, dan Kualanamu. Peri menyebut keputusan menutup outlet diambil karena ketidakpastian durasi pemadaman.
“Pastinya sangat terganggu dan merugikan, tanpa pemberitahuan. Kita juga bingung, nggak tahu matinya berapa lama, jadi kita juga sulit bikin keputusan dan akhirnya menutup semua outlet karena banyak ketidakpastian,” ujar Peri.
Produksi creampuff terhenti total karena listrik, air, dan sinyal padam. Akibatnya, seluruh pesanan yang masuk terpaksa dibatalkan.
2. Bandingkan dengan respons Pemerintah Dubai saat konflik

Peri membandingkan penanganan PLN dengan pengalaman temannya yang ada di Dubai saat terjadi serangan rudal. Ia menilai komunikasi berkala dari pemerintah sangat membantu warga yang terdampak.
“Kalau dibanding pengalaman teman kemarin di Dubai ketika serangan missil, walaupun banyak ketidakpastian dan tension, pihak pemerintah selalu keep the citizen updated untuk progresnya berkala terus menerus dari SMS, sehingga warga dan warga luar yang stuck di sana juga merasa nggak clueless. Selain itu juga dikasih assurance dan menggantikan kerugian warga yang terdampak,” katanya.
Ia berharap PLN sebagai perusahaan vital memiliki contingency plan (rencana darurat) yang lebih matang dan sistem update berkala saat terjadi pemadaman besar.
“Harapannya, perusahaan sekelas PLN harus punya antisipasi atau contingency plan kalau memang ada kejadian yang menyebabkan putusnya listrik secara banyak banget yang dipertaruhkan,” ujar Peri.
3. PLN sebut gangguan akibat transmisi di Jambi

Sebelumnya, PT PLN (Persero) menjelaskan pemadaman terjadi akibat gangguan transmisi 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi pada Jumat malam, (22/5/2026). Cuaca ekstrem memicu kerusakan jaringan dan menyebabkan efek domino hingga Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh.
Dirut PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan pemulihan dilakukan bertahap sejak malam itu. Sebagian wilayah mulai menyala pada Sabtu (23/5/2026). PLN menyediakan informasi pemadaman melalui aplikasi PLN Mobile, website http://pln.co.id, dan media sosial resmi.
Namun, bagi pelaku UMKM seperti Kui Sus, informasi real-time dan kompensasi kerugian masih menjadi harapan utama agar usaha tidak lumpuh saat krisis energi terjadi.
















