Medan, IDN Times -Kemerdekaan Republik Indonesia memasuki usia 81 tahun pada 17 Agustus 2026. Ada banyak pahlawan yang turut memerjuangkan kemerdekaan dari berbagai lini. Tak terkecuali dari Sumatra Utara. Nama Muhammad Tok Wan Haria (TWH) salah satunya.
Almarhum TWH merupakan pejuang Kemerdekaan Indonesia, yang saat ini menjadi salah satu veteran Indonesia di Sumatra Utara. TWH lahir di Gedung Samudra Pasai, 15 November 1932. Putra dari Abdurrahman TWH seorang Perjuangan Kemerdekaan, ibunya Samiyah. TWH berpulang pada 30 Januari 2025 lalu saat berusia 92 tahun.
Sejak tahun 2019, dia membuka Museum Perjuangan Pers yang berada di Jalan Darussalam/Sei Alas no. 6 Medan. Di dalam museum tersebut, terdapat banyak koleksi-koleksi koran yang ditempel serta wajah-wajah tokoh pers hingga perjalanan hidupnya dahulu.
TWH, yang sempat menjadi Tentara dan telah mendapatkan Surat Keputusan tentang Pengakuan, Pengesahan dan Penganugerahan gelar kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI yang ditandatangani tahun 1953 dan piagam dari Pimpinan Pusat Leguin Veteran Republik Indonesia (LVRI) dianugerahi Bintang LVRI tahun 2006.
IDN Times merangkum kisah sejarah perjuangan TWH dari cucunya Mufti Mutawatir, cucu ke lima dari anak kedua sebagai penerus untuk mengurus Museum Perjuangan Pers.
