Harga Pangan Turun saat Dapur MBG Libur, Pengamat: Sinyal Berbahaya

- Libur sekolah membuat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti sementara, berdampak pada turunnya harga sejumlah komoditas pangan di Medan dan sekitarnya.
- Data Juni 2026 menunjukkan harga daging ayam dan telur turun tajam hingga lebih dari 20%, sementara beberapa sayuran mengalami fluktuasi signifikan.
- Pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menilai penurunan harga bukan semata akibat liburnya MBG, melainkan bisa menjadi sinyal melemahnya daya beli masyarakat.
Medan, IDN Times – Libur sekolah membuat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) libur sementara. Dampaknya, harga sejumlah komoditas pangan ikut turun. Namun, pengamat ekonomi Gunawan Benjamin menyebut penurunan itu tidak bisa langsung dikaitkan dengan MBG.
“Jika melihat menu MBG yang pernah saya lihat langsung, umumnya terdiri dari telur ayam, daging ayam, buncis hingga wortel. Ada juga susu, buah, kacang-kacangan, dan pasti ada nasi,” kata Gunawan, pada Rabu (1/6/2026).
1. Sayur volatil, daging dan telur turun tajam

Data Juni 2026 menunjukkan harga sayur cukup fluktuatif. Wortel naik 37% secara bulanan. Buncis relatif stabil di Rp13.000 per Kg sejak bulan Mei 2026.
Sebaliknya, beberapa sayur justru anjlok: kacang panjang turun 36%, tomat turun 16%, dan sawi hijau turun 42%.
“ Sayuran adalah komoditas yang mudah disubstitusi. Dapur bisa mengganti menu dengan sayur jenis lain. Berbeda dengan daging ayam dan telur yang permintaannya cenderung konsisten saat dapur MBG beroperasi,” jelasnya.
2. Penurunan paling tajam pada daging, ayam dan telur

Penurunan paling tajam terjadi pada daging ayam dan telur. Harga daging ayam di salah satu pasar Medan turun dari Rp43.000 per Kg pada Maret menjadi Rp33.000 per Kg saat ini, atau turun 23,3%. Di wilayah Deli Serdang turun 16% pada periode sama.
Di level produsen, ayam hidup turun dari Rp21.000–Rp22.000 per Kg pada Mei ke Rp16.500 per Kg pekan lalu. Telur ayam di Deli Serdang juga turun dari Rp30.600 per Kg pada Mei menjadi Rp28.300 per Kg sejak 19 Juni.
3. Bukan hanya efek MBG libur, tapi sinyal daya beli

Gunawan menegaskan penurunan harga daging dan telur tidak hanya karena dapur MBG libur.
“Penurunan harga daging ayam dan telur ayam bukan hanya dipicu oleh libur anak sekolah yang membuat dapur MBG libur sementara. Lebih dari itu pemerintah harus mewaspadai,” ujarnya.
Menurutnya, penurunan harga komoditas pokok ini bisa menjadi sinyal adanya tekanan besar pada daya beli masyarakat.
“Karena penurunan tersebut bisa saja mengindikasikan kemungkinan adanya tekanan besar pada daya beli masyarakat kita,” pungkasnya.











![[BREAKING] Bupati dan Sekda Kuansing Menyerahkan Diri ke KPK](https://image.idntimes.com/post/20240122/screenshot-20240122-102228-instagram-cd8cc50ee64bf6a4e2faeb589ecd465f.jpg)




