Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Emas Naik Tajam Karena Didorong Rasa Takut akan Perang

ilustrasi emas dan uang (pexels.com/Robert Lens)
ilustrasi emas dan uang (pexels.com/Robert Lens)

Medan, IDN Times - Harga emas dunia di tahun 2026 terus membukukan kenaikan yang mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran banyak orang di dunia ini.

Harga emas belum berhenti mencetak rekor tertinggi barunya, bahkan disaat banyak orang menilai harga emas sudah kemahalan, harganya justru kian terbang tinggi. Pada hari ini saja harga emas dunia berada dikisaran $5.550 per ons troy.

1. Masyarakat dunia cemas PD III akan meletus

ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)
ilustrasi emas (pexels.com/Michael Steinberg)

Pengamat ekonomi, Benjamin Gunawan menilai kenaikan harga emas lebih banyak dipicu oleh rasa cemas, atau mungkin rasa takut akan kemungkinan memburuknya kondisi ekonomi global, yang tengah dihantui oleh kemungkinan meletusnya Perang Dunia III.

"Bahkan tidak sedikit yang berpendapat bahwa potensi meletusnya perang dunia ketiga semakin dekat, yang membuat harga emas melambung tinggi belakangan ini," jelasnya pada IDN Times.

2. Masyarakat dinilai berada di tengah kekhawatiran untuk menyelamatkan asetnya

Ilustrasi emas (freepik.com)
Ilustrasi emas (freepik.com)

Saat ini, setidaknya masyarakat berada di tengah kekhawatiran untuk menyelamatkan asetnya. Sehingga banyak yang melakukan re-balancing terhadap portfolio (aset) yang dimiliki.

"Masyarakat atau investor cenderung akan mencari aset yang punya nilai stabil meskipun terjadi perang. Oleh karena itu wajar saja jika pilihannya jatuh pada emas," ungkap Gunawan.

3. Emas dilirik oleh semua level investor

ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)
ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)

Lanjutnya, selain dikarenakan khawatir, ketakutan atau kecemasan dengan melambungnya harga emas juga dipicu oleh aksi beli emas yang dilakukan Bank Sentral di dunia. Salah satunya dilakukan oleh Bank Sentral AS atau The Fed, yang menaikkan porsi kepemilikan emas dari $531 Miliar sekitar dua tahun yang lalu, menjadi sekitar $1.33 Triliun pada bulan januari.

"Akumulasi emas oleh Bank Sentral kian mempertegas bahwa emas memang tengah dibidik oleh semua level investor. Meksipun disisi lainnya akumulasi emas oleh Bank Sentral kian memperkuat spekulasi akan tensi geopolitik yang kian memburuk dan berpeluang meluas. Emas masih menjadi safe haven dan dinilai lebih aman dibandingkan dengan instrumen keuangan lainnya sejauh ini," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

SMA Maitreyawira dan Bangun Insan Mandiri Perkenalkan Tim Basket DBL 2026

30 Jan 2026, 12:00 WIBNews