Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Cabai Merah d Sumut Masih Stabil Jelang Ramadan

Intinya sih...
  • Harga cabai merah stabil di level petani, tidak merugikan konsumen
  • Dampak bencana membuat tanaman cabai alami gagal tanam, harga bisa lebih mahal
  • Pasokan cabai merah jelang Ramadhan hanya 50% dari titik produksi yang terkena bencana
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Harga cabai merah dari hasil pemantauan langsung di sejumlah pasar tradisional di Sumut menunjukan pergerakan yang relatif stabil.

Berdasarkan hasil pemantauan melalui PIHPS (pusat informasi harga pangan strategis), pada Jumat (13/02/2026) di Kota Medan harga rata-rata cabai merah Rp37.500 per Kg. realtif tidak banyak berubah dalam dua pekan terakhir.

1. Harga cabai merah masih mampu mengakomodir harga di level petani dan tidak begitu merugikan konsumen

ilustrasi cabai merah kering (freepik.com/evening_tao)
ilustrasi cabai merah kering (freepik.com/evening_tao)

Ekonom, Gunawan Benjamin juga menyatakan bahwa, harga cabai merah sejauh ini terbilang bergerak sedikit di atas harga keekonomiannya.

"Saya menghitung harga keekonomian cabai merah saat ini berada dikisaran Rp28 hingga Rp33 ribu per Kg. Sementara di pasar tradisional pada akhir pekan ini bergerak dalam rentang Rp32 hingga Rp35 ribu per Kg. Artinya, harga cabai merah masih mampu mengakomodir harga di level petani dan tidak begitu merugikan konsumen," katanya.

2. Dampak bencana membuat banyak tanaman Cabai alami gagal tanam atau pola tanam alami kemunduran

Pedagang cabai merah di pasar Kebon Kembang Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/1/2025). (Linna Susanti/IDN Times).
Pedagang cabai merah di pasar Kebon Kembang Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/1/2025). (Linna Susanti/IDN Times).

Namun, baginya harga ini bisa saja terbilang lebih mahal, jika seandainya tidak ada bencana yang terjadi di Sumut pada November silam.

"Saya memproyeksikan, jika tanpa bencana di November harga cabai merah bisa di bawah Rp20 ribu per Kg nya. Karena, bencana yang terjadi pada bulan November dan dampaknya dirasakan hingga bulan Desember, membuat banyak tanaman Cabai alami gagal tanam atau pola tanam alami kemunduran," sambung ekonomi Sumut ini.

3. Pasokan cabai merah jelang Ramadan nanti hanya sekitar 50 persen dari sejumlah titik produksi yang terkena bencana

Ilustrasi cabai merah (pixabay.com/JillWellington)
Ilustrasi cabai merah (pixabay.com/JillWellington)

Seharusnya, dikatakan Gunawan ada di beberapa titik di wilayah Sumut dan Aceh, akan memasuki musim panen raya cabai merah pada bulan Februari ini. Namun, sayangnya karena bencana panen cabai bulan ini akan sangat sedikit. Bahkan, dari sejumlah pedagang besar yang diobservasi, pasokan cabai merah jelang Ramadan nanti hanya sekitar 50 pereen dari sejumlah titik produksi yang terkena bencana.

Meskipun dari wilayah Kabupaten Karo, Simalungun dan sekitarnya pasokan cabai merah nanti alami signifikan.

Lanjutnya, dari beberapa titik produksi yang gagal panen maksimal di bulan februari, pada dasarnya hasil panennya kerap dijual ke luar wilayah Sumut. Sehingga, ancaman kenaikan aharga cabai merah di Sumut bukan diakibatkan dari bencana itu secara langsung.

"Namun yang dikuatirkan adalah terjadinya potensi pergeseran supply dari wilayah produsen seperti kabupaten karo, yang banyak mengalir ke luar Sumut. Tekanan dari sisi harga terbentuk justru dikarenakan adanya potensi kenaikan harga dari wilayah Sumut. Inilah yang mengakibatkan harga cabai tetap berpeluang naik meskipun dari sisi pasokan atau supply mencukupi," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Pusat Adat Simardangiang, Dari Ruang Leluhur ke Mesin Ekonomi Hijau

14 Feb 2026, 14:20 WIBNews