Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diserang Monyet, 10 Warga Inhil Riau Terluka

Kota Pekanbaru
Diserang Monyet, 10 Warga Inhil Riau Terluka
Salah satu warga yang menjadi korban serangan monyet, memperlihatkan luka dibagian punggung yang telah diobati (IDN Times/ dok DPKP Inhil)
Intinya Sih
  • Sepuluh warga Parit 13 dan 14, Tembilahan, Indragiri Hilir, terluka akibat serangan seekor monyet abu-abu besar jenis ekor panjang dalam beberapa hari terakhir.
  • Monyet menyerang warga saat berada di depan maupun dalam rumah kayu tepi sungai, dengan masuk melalui lantai papan berlubang atau dapur.
  • Korban mengalami cakaran dan gigitan di tangan, kaki, serta punggung; sebagian menjalani jahitan, seluruhnya mendapat vaksin rabies gratis dan telah pulang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indragiri Hilir, IDN Times - Puluhan orang warga Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, tepatnya didaerah Parit 13 dan 14, terluka akibat diserang oleh monyet atau kera. Hingga saat ini tercatat, hewan jenis primata itu telah menyerang warga sebanyak 10 orang.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil Junaidi Ismail mengatakan, monyet yang menyerang warga tersebut dicurigai hanya satu ekor.

"Berdasarkan identifikasi di lapangan, ada satu ekor monyet warna abu-abu yang menyerang warga," kata Junaidi saat dihubungi, Sabtu (1/8/2026).

"Kasus penyerangan monyet ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir, dengan korban luka sebanyak 10 orang, ada orang dewasa, anak-anak dan juga lansia," sambungnya.

Serangan monyet itu, membuat warga cukup resah. Meski demikian, aktivitas warga masih berjalan dengan normal, namun diminta untuk tetap waspada.

Junaidi menyebut, peristiwa ini telah ditangani dengan menurun tim untuk menangkap monyet tersebut.

"Kita sudah turunkan tim untuk mencegah terjadinya serangan, serta berupaya menangkap monyet tersebut. Sejak awal kejadian kita langsung turunkan tim. Dalam tim ini ada petugas kesehatan juga," sebut Junaidi.

Hingga saat ini, monyet yang menyerang warga itu belum tertangkap. Menurut cerita warga, monyet tersebut sempat terlihat dan ditembak dengan senapan angin, tetapi belum kena.

1. Monyet berukuran besar, jenis ekor panjang

Monyet ekor panjang. (IDN Times/Bagus F)
Monyet ekor panjang. (IDN Times/Bagus F)

Junaidi menyebut, monyet yang menyerang warga tersebut berukuran besar, dengan jenis ekor panjang.

"Monyetnya cukup besar, jenis ekor panjang," sebutnya.

Diketahui, monyet ekor panjang tersebut merupakan hewan mamalia. Aslinya, hewan yang berasal dari Asia Tenggara ini, dikenal cerdas, hidup berkelompok dan memiliki sifat pemakan segala atau omnivora.

Adapun ciri fisiknya, monyet ini berbulu warna abu-abu kecoklatan atau coklat kemerahan. Dimana, ukuran ekornya lebih panjang dari tubuhnya.

Sedangkan untuk habitatnya, monyet ini hidup di hutan hujan, daerah bakau atau mangrove, serta kawasan tepi sungai.

2. Begini monyet tersebut menyerang warga

20260801_094500.jpg
Pihak DPKP Kabupaten Inhil bersama warga saat berkoordinasi untuk mencegah dan menangkap monyet yang menyerang (IDN Times/ dok DPKP Inhil)

Junaidi menerangkan, monyet tersebut menyerang saat warga sedang duduk didepan rumah. Selain itu, monyet itu juga menyerang saat berada didalam rumah. Dimana, monyet masuk ke rumah warga dari lantai rumah yang bolong maupun dari dapur.

"Rumah warga-warga ini kan di pinggir sungai, yang bangunannya berbahan kayu. Jadi monyet ini masuk dari lantai papan yang bolong, kadang masuk dari dapur, terus menyerang warga," terangnya.

3. Korban alami luka cakar dan gigitan, sudah disuntik vaksin rabies

ilustrasi vaksin (freepik.com/freepik)
ilustrasi vaksin (freepik.com/freepik)

Diketahui, para korban serangan monyet itu, mengalami luka cakar dan gigitan dibagian kaki, tangan dan punggung. Bahkan, beberapa korban mengalami luka gigitan yang cukup parah. Sehingga harus ditangani dengan tindakan medis jahit di rumah sakit.

Sejauh ini, tidak ada korban yang dirawat inap. Ke 10 korban itu telah pulang kembali ke rumahnya setelah lukanya diobati. Selain pengobatan, para korban monyet itu juga disuntik vaksin untuk mencegah rabies.

"Pengobatan para korban tidak dipungut biaya alias gratis," pungkas Junaidi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More