Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gugur di Lebanon, Begini Suasana Duka di Rumah Praka Rico Pramudia
Kediaman Praka Rico (IDN Times/Eko Agus Herianto)
  • Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang gugur akibat serangan di Lebanon, disambut duka mendalam oleh keluarga dan warga Desa Dolok Manampang.
  • Warga mengenang Praka Rico sebagai sosok tentara yang ramah, sopan, dan religius, tetap rendah hati meski sudah menjadi anggota TNI.
  • Sebelum bergabung dengan TNI, Praka Rico pernah bekerja sebagai buruh harian lepas di usaha dekorasi pelaminan milik tetangganya selama sekitar satu tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serdang Bedagai, IDN Times - Suasana duka menguar di rumah Praka Rico Pramudia, Prajurit TNI yang gugur di Lebanon akibat terkena serangan Israel di Markas Adchit Al Qusayr, Minggu 29 Maret 2026 silam. Ia sempat mendapat perawatan di rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (14/4/2026).

Saat ini jenazahnya sedang dalam proses pemulangan ke Indonesia. Keluarga dan kerabat silih berganti datang ke rumah duka dan menyampaikan ungkapan belasungkawa.

Di Dusun 7 Sukajadi Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, keluarga ikhtiar menunggu kedatangan jasad Praka Rico diantar. Pantauan IDN Times, sudah banyak karangan bunga yang berjejer di depan rumah duka, termasuk dari Menteri Pertahanan dan Pangdam I/Bukit Barisan.

Rencananya jenazah Praka Rico Pramudia akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tebing Tinggi.

1. Keluarga ikhtiar tunggu jenazah Praka Rico sampai

Kediaman Praka Rico (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Di rumah bercat putih milik orang tua Praka Rico ini, pelayat sudah ramai datang sejak kabar gugurnya Rico diumumkan. Bahkan sanak saudara dari luar kota silih berganti menunjukkan simpati.

Saat IDN Times datang, keluarga mengaku masih terpukul atas meninggalnya adik mereka. Bahkan selain menunggu kedatangan jenazahnya, mereka juga tengah menunggu istri Rico, Yulia, yang masih berada di Kuala Tanjung Kecamatan Batubara.

Salah satu dari pelayat yang terpukul adalah Ngadinah (75 tahun). Ia adalah tetangga yang rumahnya berada tepat di samping kediaman Praka Rico.

"Keluarganya yang pertama kali menghubungi ke kita kalau Rico sudah meninggal. Abangnya dapat kabar ini melalui HP. Begitu dikabarkan meninggal, semua orang sedih. Warga-warga sini sedih dan terpukul," kata Ngadinah kepada IDN Times, Minggu (26/4/2026).

Sampai saat ini, pelayat masih ramai berkunjung. Bahkan ada yang jauh-jauh datang dari luar kota.

"Warga sini juga pada berkunjung gitu. Kemarin malam saja penuh rumahnya dari warga sini," lanjutnya.

2. Praka Rico dikenal sebagai sosok tentara yang baik oleh warga kampung

tetangga Praka Rico, Ngadinah (IDN TIMES/Eko Agus Herianto)

Praka Rico disebut Ngadinah merupakan anak ke-9 dari 10 bersaudara. Ia merupakan anak yang terlahir kembar. Sudah lebih 5 tahun Praka Rico menikah dengan istrinya yang bernama Yulia. Dan keduanya dianugerahi seorang anak yang kini baru berumur 2,5 tahun.

"Saya sudah tahu dia di Satuan Aceh dan ditugaskan kerja ke Lebanon. Saya dengar dari abang-abangnya, kalau ke mari mereka sering cerita," beber Ngadinah.

Figur Rico Pramudia dikenal warga sebagai sosok tentara yang sangat baik dan ramah. Bahkan sebelum jadi prajurit ia dikenal warga sebagai pribadi yang soleh.

"Dari lajang pun dia anaknya sopan, baik, rajin beribadah. Enggak sombong lagi. Jadi tentara pun dia enggak sombong sama orang-orang di sini. Kalau datang kita, dia keluar rumah dan langsung menyalami," jelas perempuan berusia 75 tahun ini.

3. Sebelum jadi TNI, Praka Rico kerja sebagai buruh harian lepas dekor pelaminan

Kediaman Praka Rico (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Masih segar di ingatan Ngadinah kala 11 tahun yang lalu Rico belum menjadi seorang prajurit. Ngadinah membeberkan bahwa Rico sempat bekerja sebagai buruh harian lepas di usaha milik anaknya.

"Dia memang kelahiran sini. Dari kecil sudah kenal baik saya dengannya. 11 tahun lalu misalnya, dulu dia pernah bekerja sama anak saya. Kira-kira 1 tahun sebelum masuk tentara," kenang Ngadinah.

Pekerjaan Rico kala itu mengangkut dekorasi pelaminan pesta pernikahan. Bersama anak Ngadinah mereka saban hari memindahkan pelaminan ke resepsi warga desa. Bahkan sesekali mereka mengantarnya ke luar kota.

"Bahkan saat mau nyoba tes masuk tentara dia pamit sama anak saya. Rico bilang, 'Bang, aku mau masuk tentara. Kalau aku enggak diterima, nanti aku kerja sini lagi ya, Bang' katanya gitu sama anak saya. Alhamdulillah dia diterima," pungkas Ngadinah haru.

Rico Pramudia merupakan prajurit TNI keempat yang gugur di Lebanon. Praka Rico terluka bersama dengan Praka Fahrizal Rhomadhon saat serangan Israel. Namun, Fahrizal gugur usai terkena proyektil dari militer Israel. Sedangkan, Rico mengalami luka kritis.

Dua prajurit TNI lainnya yaitu Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan gugur pada Senin, 30 Maret 2026. Keduanya gugur ketika sedang mengawal konvoi logistik untuk mengevakuasi jenazah Fahrizal. Tiba-tiba mobil yang dikendarai terkena ledakan.

"UNIFIL menyatakan duka cita mendalam terhadap keluarga dan teman Praka Rico Pramudia, TNI, pemerintah dan rakyat Indonesia atas kehilangan tragis ini," kata UNIFIL dalam keterangan resminya.

Editorial Team