Driver Ojol Medan Tewas Ditabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang

- Seorang driver ojek online tewas di tempat setelah ditabrak kereta api di perlintasan tanpa palang di perbatasan Medan Denai dan Medan Tembung.
- Penumpang perempuan berhasil selamat dengan luka di tangan setelah melompat dari motor sesaat sebelum tabrakan terjadi.
- Warga mengungkapkan perlintasan tersebut sudah lama tanpa palang dan sering memakan korban akibat pengendara yang tetap nekat melintas.
Medan, IDN Times - Kecelakaan maut di perlintasan kereta api tanpa palang kembali terjadi di Kota Medan. Kali ini seorang driver ojek online (ojol) dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Insiden ini terjadi di perbatasan Kelurahan Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai, dengan Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung. Korban yang ditabrak kereta api terpental hingga terjerembab ke dalam kandang babi milik warga yang bermukim di bantaran rel.
1. Driver ojol tewas di tempat usai terpental ke kandang babi dihantam kereta api

Salah seorang saksi mata bernama Jefri Sinaga bercerita kepada IDN Times bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB siang. Seorang pria paruh baya driver ojek online saat itu melintas melewati rel tanpa palang dekat rumahnya.
"Ojol ini sama penumpangnya perempuan datang dari Jalan Rajawali menuju ke arah Jalan Letda Sujono. Sementara kereta api datang dari Medan menuju ke arah Bandara Kualanamu," kata Jefri, Senin (20/4/2026) sore.
Saat IDN Times berada di lokasi kejadian, jasad driver ojol itu belum dievakuasi. Warga yang membantu berinisiatif memindahkannya dari kandang babi ke pinggir rel.
"Kereta api menabrak mereka sehingga pengemudi ojolnya terlempar ke kandang babi ini. Benar, dia langsung tewas di lokasi," lanjutnya.
2. Penumpang ojol selamat dari maut usai melompat dari motor

Jefri mengatakan bahwa penumpang ojol berjenis kelamin perempuan dinyatakan selamat. Ia saat ini dibawa ke rumah sakit terdekat demi mendapatkan pertolongan pertama.
"Penumpang perempuan ini mungkin sadar dia pas melewati rel, ada kereta api melintas. Makanya dia sempat melompat. Dan si penumpang ini tangannya mengalami luka-luka," jelas Jefri.
Ramai masyarakat yang mengerumuni perlintasan kereta api. Keluarga juga sudah menjemput korban didampingi tim Inafis Polrestabes Medan.
"Kendaraannya terseret lebih dari 500 meter, bahkan hampir 1 kilometer. Sampai berhenti pun kereta apinya, karena lengket motornya di gerbong," rinci Jefri.
3. Perlintasan sudah lama tanpa palang, warga ungkap sering terjadi kecelakaan

Warga yang lain bernama H. Hasibuan mengatakan bahwa di tempat ini sudah lama tak mempunyai palang kereta api. Sehingga masyarakat setempat lah yang kerap berjaga mengatur lalu lintas.
"Di sini sering di-stop sama anak-anak yang berjaga. Tapi pengendara pada bandal. Seharusnya, radius dari rel itu 2 meter. Karena kalau 1 meter, bisa kena batu dan kayu yang terbang karena kencangnya kereta api melintas," ungkap Hasibuan.
Ia juga membeberkan bahwa di tempat ini kerap terjadi kecelakaan. Karena perlintasan tanpa pintu membuat pengendara secara bebas berlalu lalang.
"Kemarin itu setahun yang lalu, ada kecelakaan juga. Satu keluarga naik becak jadi korbannya," pungkas Hasibuan.

















