Medan, IDN Times- Momen lebaran mengasyikkan untuk melakukan kegiatan bareng keluarga. Salah satunya nonton film.
Ada beberapa film yang tayang saat lebaran dan bisa jadi pilihan. IDN Times merekomendasi film-film yang asyik ditonton saat Lebaran.

Medan, IDN Times- Momen lebaran mengasyikkan untuk melakukan kegiatan bareng keluarga. Salah satunya nonton film.
Ada beberapa film yang tayang saat lebaran dan bisa jadi pilihan. IDN Times merekomendasi film-film yang asyik ditonton saat Lebaran.
Masih ingat Danur? Film ini sudah tayang beberapa sekuel. Kini ada sekuel terakhir dan masih diperankan Prilly Latuconsina. Setelah lama berusaha menjauh dari dunia gaib, Risa (Prilly Latuconsina) memilih menjalani hidup normal dan menutup diri dari komunikasi dengan makhluk tak kasat mata. Namun ketenangan itu terusik ketika sang adik, Riri (Zee Asadel), dilamar di sebuah gedung pertunjukan tua yang menyimpan aura misterius. Sejak saat itu, sikap Riri berubah drastis menjelang hari pernikahannya.
Di sisi lain, Risa mulai dihantui pengalaman ganjil yang terasa begitu nyata—ia seolah-olah merasakan kematian tragis berulang kali. Rentetan peristiwa ini membuatnya yakin bahwa ada pesan tersembunyi yang ingin disampaikan. Risa pun menduga, teman-teman hantunya, Peter dan yang lainnya, tengah berusaha menghubunginya kembali untuk memperingatkan sesuatu yang lebih besar.
Film ini diperankan Livy Renata, Rio Dewanta, messi Gusti, hingga Gilang Dirga. Film yang disutradarai Upie Guava ini bercerita pada tahun 2100-an, ketika krisis air mengancam masa depan Bumi, Pelangi—anak pertama yang lahir di Mars—memulai sebuah petualangan bersama robot-robot malfunction yang menjadi sahabatnya untuk menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang dipercaya dapat menyelamatkan masa depan Bumi. Namun dalam perjalanannya, Nerotek—korporasi raksasa yang menguasai sumber air—melakukan segala cara untuk merebut penemuan tersebut.
Film karya Evelyn Afnilia dan disutradari Naya Anindita ini bercerita soal cerita yang relate setiap Lebaran. Tiap lebaran, Arga (Ardit Erwandha) selalu jadi sasaran cibiran keluarga. Di tengah sepupu–sepupunya yang sudah mapan, Arga yang sudah 3 tahun menganggur pun semakin merasa minder. Ekonomi makin sulit, pacar minta segera dinikahi, Adiknya (Adzana Ashel) terancam gagal bayar uang kuliah, dan rumah nenek yang mereka tumpangi hendak dijual. Ia pontang panting mencari kerja, demi bisa membuktikan diri pada keluarga. Akankah Arga bisa membuktikan kalau di acara kumpul keluarga Lebaran tahun 2026 ini, dirinya bisa sukses dan dihormati?
Film untuk anak tentu selalu hadir di momen Lebaran. Kali ini ada Super Mario Galaxy. Bercerita tentang rencana Bowser (Jack Black) sebelumnya untuk menikahi Putri Peach (Anya Taylor-Joy), Mario (Chris Pratt) dan Luigi (Charlie Day) kini menghadapi ancaman baru dalam diri Bowser Jr. (Benny Safdie), yang bertekad untuk membebaskan ayahnya dari penangkapan dan mengembalikan kejayaan keluarga. Bersama para sahabat lama dan baru, kedua bersaudara ini melakukan perjalanan melintasi bintang-bintang untuk menghentikan misi sang pewaris muda.
Luna Maya semakin identik dengan Suzanna dan sekuelnya terus diproduksi. Bercerita soal Suzzanna (Luna Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!
Disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan diproduseri oleh Anggia Kharisma serta Novia Puspa Sari, Na Willa mengisahkan Willa, gadis enam tahun yang melihat dunia kecilnya di gang Surabaya sebagai tempat penuh keajaiban. Namun, perubahan mulai terjadi ketika teman-temannya beranjak ke sekolah dan sebuah kecelakaan membuat dunianya terasa sepi.
Berusaha mengembalikan kebahagiaan, Willa ikut masuk TK, tetapi justru menghadapi dunia baru yang asing dan penuh aturan. Dari pengalaman itu, ia perlahan belajar menerima perubahan dan memahami bahwa keajaiban tidak hilang, hanya berubah bentuk.
Film ini menghadirkan kisah hangat dan magis dari sudut pandang anak-anak tentang tumbuh, kehilangan, dan menemukan kembali makna kebahagiaan.