COP: Satwa Korban Banjir Juga Butuh Pakan dan Pertolongan Manusia

- COP menggelar pameran foto 'Menolong Satwa Banjir Sumatra' di Medan, menampilkan dokumentasi penyelamatan satwa korban banjir akhir 2025 di Tapanuli Selatan.
- Rahmad Fauzi dari COP menjelaskan bahwa penyelamatan satwa saat bencana masih jarang dilakukan, padahal banyak hewan peliharaan dan ternak turut menjadi korban.
- Pameran ini bertujuan membangun kesadaran publik bahwa satwa juga terdampak bencana, membutuhkan pakan, perawatan, dan pertolongan layaknya manusia.
Medan, IDN Times — Centre for Orangutan Protection (COP) menggelar pameran foto bertema “Menolong Satwa Banjir Sumatra” di Abelii Space, Kantor COP Medan. Pameran dibuka 24 Juni 2026 dan berlangsung hingga 12 Juli 2026.
Pameran ini memajang 25 foto dokumentasi harian tim COP saat turun ke titik banjir akhir 2025 di Desa Garoga dan sekitarnya, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (Sumut). Pembukaan pameran sekaligus peluncuran buku foto “Rescue animal in need in South Tapanuli”.
1. COP menilai untuk menolong satwa saat bencana masih asing

Kapten APE Patriot COP Rahmad Fauzi mengatakan, menolong satwa saat bencana masih asing dan belum jadi prioritas di Indonesia. Padahal korban bencana tidak pandang bulu.
“Ketika bencana terjadi, yang menjadi korban tidak pandang bulu. Manusia dan sekitarnya, termasuk satwa. Baik satwa peliharaan seperti kucing dan anjing, dan juga satwa ternak seperti sapi, kambing, babi, ayam, bebek dan lainnya. Satwa juga menjadi korban, kondisinya bisa mati ataupun hidup,” ujar Rahmad pada IDN Times, Selasa (24/6/2026).
2. Satwa trauma pasca banjir

Rahmad juga membagikan kisah menarik saat penyelamatan satwa. Menurutnya, saat itu banyak satwa yang ditemukan dalam kondisi trauma.
“Waktu kita datang pertama kali pas ke bencana itu, satwa yang kita ketemu itu kebanyakan itu satwa yang trauma. Contoh Uji itu, waktu kita datang ke sana itu, kondisi Uji itu bukan berada di tanah, Uji itu berada di atap. Waktu banjir itu, dia naik ke atas. Jadi, ketika banjir itu sudah selesai, dia masih trauma,” ceritanya.
Tim COP juga memberi pakan layak, dan air bersih supaya satwa percaya dan mau makan.
3. Tujuan pameran untuk membangun kesadaran

Rahmad menegaskan, tujuan pameran untuk memberi kesadaran ke masyarakat luas bahwa satwa juga terdampak bencana dan butuh pertolongan.
“Kami ingin berbagi kesadaran kepada banyak orang, bahwa ketika bencana satwa juga butuh pertolongan, yang mati segera dikubur agar tidak menjadi sumber penyakit, yang terluka diobati, yang lapar diberikan pakan. Pameran ini semoga jadi bahan refleksi bersama bahwa tim penolong satwa yang turun ke bencana juga bisa berjalan seiringan dengan tim penolong lainnya,” katanya.
Harapannya, kata Rahmad, satwa-satwa yang terdampak kemarin bisa hidup lebih baik seperti manusia.

















