Cerita Nazwa Nasution, Jemaah Haji Termuda Sumut di Usia 20 Tahun

- Nazwa Mora Kania Nasution, berusia 20 tahun, menjadi jemaah haji termuda di kloter 1 dan berangkat bersama kedua orangtuanya dari Medan.
- Keluarga Nazwa telah menantikan kesempatan berhaji selama sekitar 14 hingga 16 tahun, menjadikannya momen penuh haru dan syukur bagi mereka.
- Ibunda Nazwa, Dini Syafrida Ritonga, awalnya berniat menaikkan haji anaknya sebagai doa agar lulus PTN, namun keberangkatan sempat tertunda akibat pandemi.
Medan, IDN Times - Nazwa Mora Kania Nasution binti Andika Anshori Adil Nasution menjadi jemaah haji yang termuda Sumatra Utara tahun ini. Dia berangkat saat usianya menginjak 20 tahun dari kelompok terbang (kloter) 1. Di gedung Asrama Haji, ia tampak berdampingan dengan seorang ibu dan ayahnya dalam proses terakhir untuk administrasi pemberangkatan menunaikan ibadah haji.
Dengan nomor manifest 293, ia mengakui untuk pertama kalinya akan menunaikan rukun islam ke-5 di tanah suci.
"Sebenarnya agak deg-degan juga. Tapi, merasa senang dan aman karena pergi bersama dengan orangtua," ungkapnya kepada IDN Times, Selasa (21/4/2026).
1. Kesehatan orangtua adalah segalanya

Baginya, kesehatan orangtua adalah segalanya. Itu menjadi salah satu harapan dan doa yang akan dipanjatkannya di tanah suci.
"Doa saya nanti agar orangtua saya sehat-sehat selalu," tuturnya.
2. Momen ini telah ditunggu selama 16 tahun

Sementara itu, Dini Syafrida Ritonga sebagai ibunya mengatakan bahwa momen ini telah ditunggu lebih kurang 14 tahun hingga 16 tahun lamanya. "Anak saya cuma satu, jadi maunya sama-sama dengan suami dan anak
Dini juga menjelaskan sempat sudah terlupakan untuk menunaikan ibadah haji, karena telah lama sekali. Namun akhirnya giliran itu tiba.
"Mungkin karena udah lama jadi sampai lupa. Tiba-tiba udah dapat giliran," tuturnya.
Dini mengatakan momen ini terasa antara percaya dan tidak. Apalagi sempat tertunda karena COVID-19. "Kepikiran entah kapan lagi dapat gilirannya, karena yang didahulukan lansia dulu," ucapnya.
3. Dini berharap anak bisa lulus PTN

Baginya, sudah tidak ada lagi persiapan khusus untuk keberangkatan. Semuanya berjalan begitu saja. "Gak ada persiapan khusus cuma persiapan finansial. Apalagi ini saya untuk pertama kali naik haji dan bersama suami serta anak," ungkap Dini.
Untuk menjaga kesehatan sekeluarga, Dini membawa obat dan sejumlah vitamin. "Saya punya riwayat penyakit jadi harus bawa obat hormon dan juga vitamin," pungkasnya.

















