Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Begini Suasana Salat Idul Fitri Warga Muhammadiyah di Medan

Begini Suasana Salat Idul Fitri Warga Muhammadiyah di Medan
Suasana Idul Fitri Muhammadiyah di Kecamatan Medan Marelan (IDN Times/Doni Hermawan)
Intinya Sih
  • Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal dengan metode hisab.
  • Di Medan, lebih dari 22 titik menggelar Salat Idul Fitri, termasuk di Lapangan Perguruan Budi Agung dan pelataran Kolam Renang Deli Medan.
  • Khutbah para imam menekankan pentingnya hidup sesuai sunnah Nabi serta anjuran bersedekah bagi anak yatim dan orang miskin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times- Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat 20 Maret 2026. Warga Muhammadiyah pun sudah melakukan salat Idul Fitri pada pagi tadi. Untuk Kota Medan, ada lebih dari 22 titik lokasi menggelar Salat Idul Fitri.

Salah satunya di Kecamatan Medan Marelan. Salat Id dipusatkan di Lapangan Perguruan Budi Agung, Jalan Platina Raya Medan. Ratusan warga Muhammadiyah memadati lapangan sejak pukul 07.00 WIB. Lantunan takbir mengalun dan mengiringi perayaan Idul Fitri usai 30 hari berpuasa. Imam dan Khatib pada pagi tadi adalah Muhammad Ridho. Dalam khutbahnya dia mengingatkan untuk bertindak dan hidup sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Di lokasi lainnya, pelataran Kolam Renang Deli Medan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, Salat Idul Fitri juga diramaikan ratusan warga Muhammadiyah. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatra Utara Prof Dr Hashyimsyah Nasution menjadi imam dan khatib di lokasi tersebut. Dalam khutbahnya Hasyimsyah mengingatkan untuk bersedekah dan menginfakkan harta kepada anak yatim dan orang miskin.

Salah seorang jemaah Aditya Putra mengatakan, dirinya ikut salat id meski keluarganya berlebaran esok harinya. Hal itu karena keyakinannya sebagai seorang warga Muhammadiyah. "Kayaknya dari dulu sudah sering juga berbeda. Jadi gak masalah. Yang terpenting sama-sama merayakan meski beda hari," kata Adit.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang bertumpu pada metode hisab (perhitungan astronomi). Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama menggunakan kriteria visibilitas hilal yang dikenal sebagai kriteria MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan perbedaan ini harus disikapi dengan positif sehingga tidak memecah ukhuwah. "Jalani Idul Fitri baik yang tanggal 20 (Maret) maupun 21. Bahkan ada yang kemarin, untuk lebih khusyuk dalam beribadah dan menimbulkan kesalehan jiwa dan pikiran, sehingga tidak digoda oleh hasrat perbedaan yang menajamkan keretakan dan luruhnya ukhuwah," kata Haedar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More