Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bagi Inalum Danau Toba Lebih dari Sekadar Destinasi Wisata

Bagi Inalum Danau Toba Lebih dari Sekadar Destinasi Wisata
ilustrasi Daerah Tangkapan Air Danau Toba (AI/Arifin Al Alamudi)
Intinya Sih
  • Kunjungan wisata ke Danau Toba meningkat dari 5,4 juta pada 2021 menjadi 11,7 juta pada 2025, menandakan kebangkitan pariwisata pasca pandemi.
  • PT Inalum menjaga keseimbangan ekosistem Danau Toba melalui konservasi di tujuh kabupaten dengan program penghijauan, pengelolaan air, dan perlindungan keanekaragaman hayati.
  • Berbagai inisiatif seperti pembangunan biopori, sumur resapan, penanaman pohon hingga edukasi lingkungan dijalankan untuk memastikan keberlanjutan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernahkah kamu bayangkan apa jadinya jika air Danau Toba surut hingga ke dasarnya? Jika terjadi, tentu tidak akan ada lagi wisatawan yang ingin datang ke sana.

Untungnya hal itu tidak terjadi. Pasca Pandemi COVID-19, kunjungan wisatawan ke Destinasi Wisata Danau Toba terus meningkat. Dari jumlah kunjungan 5,4 juta wisatawan lokal dan mancanegara pada tahun 2021 meroket ke angka 11,7 juta kunjungan pada tahun 2025. Hampir dua kali lipat dalam kurun waktu lima tahun.

Apakah selama ini ada pihak yang menjaga agar permukaan air Danau Toba tidak surut? PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum adalah jawabannya.

Dari sudut pandang PT Inalum, Danau Toba lebih dari sebuah destinasi wisata. Danau Toba ibarat kuali raksasa yang harus dijaga tinggi permukaan airnya. Jika permukaan terlalu tinggi masyarakat sekitar bisa kebanjiran, sebaliknya jika terlalu surut, warga akan kesulitan mengakses air dan warga yang bergantung hidup dari Danau Toba akan terdampak ekonominya.

Dengan air danau yang terus mengalir secara alami ke sungai sepanjang 147 Km dan bermuara di Selat Malaka, tentu bukan hal yang mudah menjaganya. PT Inalum dengan berbagai upaya menjaga Daerah Tangkapan Air (DTA) di 7 Kabupaten sekitar Danau Toba: Kabupaten Toba, Samosir, Simalungun, Asahan, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi. Dengan luas daerah tangkapan air 272.819,54 Hektare.

Salah satunya membuat program strategis konservasi alam dimana perusahaan berkewajiban dan mengambil berperan penting dalam menghijaukan ekosistem Danau Toba yang menjadi warisan dunia setelah ditetapkan sebagai GeoPark Dunia.

Benny Wiwoho, Direktur Strategic Support & Human Capital PT Inalum menjelaskan bahwa Konservasi merupakan bagian penting dari komitmen Inalum dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan. 

“Melalui berbagai program pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, kami berupaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang,” ujarnya.

Penandatanganan kesepakatan bersama antara PT Inalum (Persero), Perum Jasa Tirta 1 dan Pemkab Toba untuk Pelestarian Lingkungan Danau Toba (Dok.IDN Times/istimewa)
Penandatanganan kesepakatan bersama antara PT Inalum (Persero), Perum Jasa Tirta 1 dan Pemkab Toba untuk Pelestarian Lingkungan Danau Toba (Dok.IDN Times/istimewa)

Inalum sadar bahwa industri modern tak lagi semata berbicara tentang angka produksi, ekspansi pasar, atau pertumbuhan keuntungan. Di tengah ancaman krisis iklim dan menurunnya kualitas lingkungan hidup, perusahaan-perusahaan dunia mulai menempatkan konservasi sebagai bagian dari arah baru pembangunan.

Komitmen itu hadir dalam berbagai bentuk program yang telah dilakukan Inalum selama ini. Mulai dari pengurangan emisi karbon, oenggunaan energi baru terbarukan, pemanfaatan energi bersih, rehabilitasi hutan, hingga perlindungan keanekaragaman hayati.

Selain bermitra dengan pemerintah kabupaten, Inalum juga berkolaborasi dengan Perum Jasa Tirta 1 (PJT-1) untuk mendukung kelestarian DTA Danau Toba. Program yang dilakukan antara lain pembangunan biopori, sumur resapan dan injeksi, pembibitan, penanaman pohon, hingga penguatan kapasitas masyarakat.

Sepanjang 2025, Inalum dan mitra telah merealisasikan berbagai kegiatan strategis konservasi yang tersebar di Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Upaya tersebut dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap keberlanjutan ekosistem Danau Toba sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Antara lain upaya konservasi air dilakukan melalui pembangunan 10.000 lubang biopori yang tersebar terutama di Kabupaten Simalungun dan Samosir. Selain itu, pembangunan 500 unit sumur resapan di wilayah Toba, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Utara menjadi bagian dari langkah strategis meningkatkan daya serap air tanah dan mengurangi limpasan permukaan.

Inalum juga menginisiasi pembangunan 15 unit sumur injeksi yang tersebar di Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Karo sebagai solusi inovatif untuk menjaga ketersediaan air tanah di kawasan hulu.

Di bidang edukasi lingkungan, Inalum melaksanakan program Sekolah Peduli Lingkungan menjangkau 15 sekolah di kawasan Danau Toba, meliputi Toba, Humbang Hasundutan, Simalungun, Samosir, Dairi, dan Karo. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan sejak dini.

Untuk mendukung keberlanjutan rehabilitasi lahan, Inalum turut membangun Kebun 3 unit Bibit Rakyat (KBR) berkapasitas 50.000 bibit per tahun, dan Pembibitan Modern Paritohan berkapasitas 500.000 bibit per tahun. Fasilitas ini diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan bibit bagi program penghijauan jangka panjang di kawasan Danau Toba.

Sebagai bagian dari mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan berbasis komunitas, Inalum melaksanakan sosialisasi pencegahan karhutla di DTA Danau Toba melalui pembentukan dan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 18 MPA di beberapa kabupaten, yaitu Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo dan Samosir hingga tahun 2025.

Program DTA Danau Toba 2025.jpg
Program Konservasi DTA Danau Toba PT Inalum 2025 (Dok. PT inalum)

Selain itu Inalum juga melakukan Rehabilitasi Lingkungan. Program penanaman pohon menjadi salah satu pilar utama dengan total 1.050 hektar yang ditanam oleh Inalum dan mitra di berbagai lokasi prioritas di kawasan Danau Toba.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat tutupan vegetasi, mencegah erosi, dan menjaga kualitas air danau. Jumlah pohon yang ditanam selama 2025 sebesar 420.000 pohon dan tersebar di berbagai kabupaten di sekitar Danau Toba.

Jenis tanaman yang ditanam dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan karakteristik lahan, seperti untuk menahan erosi, meningkatkan daya serap air, serta memperluas tutupan hijau di wilayah tangkapan air Danau Toba. Program penanaman pohon ini juga merupakan langkah inisiatif Inalum dalam melaksanakan mitigasi terjadinya bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara.

Semua program konservasi Inalum tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan INALUM dalam menjaga kelestarian ekosistem Danau Toba sebagai sumber kehidupan, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Melalui pendekatan konservasi yang kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan, Inalum ingin memastikan upaya pelestarian tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi memberikan dampak nyata dan berkelanjutan dalam mendukung keberlanjutan Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Sumatera Utara dan Indonesia.

Daniel Hutahuruk, Ka-Grup Layanan Strategis Inalum mengatakan melalui berbagai program konservasi yang dijalankan secara berkelanjutan perusahaan berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Upaya ini merupakan wujud tanggung jawab kami untuk menciptakan nilai yang tidak hanya berdampak bagi bisnis, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More