Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Atma Loka Gelar Monolog Bias Lampu Kota, Catat Tanggal dan Lokasinya

ilustrasi teater (pexels.com/Monica Silvestre)
ilustrasi teater (pexels.com/Monica Silvestre)
Intinya sih...
  • Atma Loka menggelar pertunjukan teater monolog perdana "Bias Lampu Kota" di Taman Budaya Medan pada 7 Februari 2026.
  • Atma Loka hadir sebagai fasilitator bagi para seniman dan komunitas seni pertunjukan di Kota Medan, dengan visi memperkenalkan seni pertunjukan ke masyarakat.
  • Upaya Atma Loka untuk memperkenalkan komunitas seni teater ke khalayak, terutama kaum gen Z, dengan strategi digitalisasi dan eksposure media.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Atma Loka akan menggelar pertunjukan teater monolog perdana yang bertema "Bias Lampu Kota", yang diperankan oleh seorang kaum milenial tahun kelahiran 2000 yaitu Aucintia Agnes R. Manik atau yang akrab disapa Aucin. Acara ini akan digelar di Taman Budaya Medan pdda 7 Februari 2026 dengan dua sesi.

Pertunjukkan teater monolog yang bertema Bias Lampu Kota ini merupakan ide dari sutradara Ahmad Munawar Lubis, dan proses dialognya dilakukan oleh pemeran Aucin. Tidak hanya pementasan monolog tapi juga nantinya akan ada pameran seni, dan sebelum penampilan monolog juga ada spesial penampilan sebagai pembuka acara.

1. Atma Loka hadir sebagai fasilitator bagi para seniman

ilustrasi teater (unsplash.com/Kyle Head)
ilustrasi teater (unsplash.com/Kyle Head)

Pimpinan Produksi Atma Loka, Talitha menjelaskan bahwa Atma Loka merupakan wadah bagi para seniman bahkan komunitas seni yang ada di Kota Medan, khususnya seni pertunjukan. "Karena kami melihat komunitas seni pertunjukan butuh tim menejemen untuk menejemen produksi mereka. Mungkin banyak teman-teman yang tampil tapi tidak terdistribusikan atau tidak tersosialisasikan ke khalayak dengan baik," kata Talitha kepada IDN Times.

Menurutnya, di era yang serba digital harus memiliki strategi-strategi berbagai macam. Sehingga, hadirnya Atma Loka untuk dapat memfasilitasi itu.

"Jadi, disini kita seperti promotor atau menenjemn untuk komunitas seni pertunjukan di Kota Medan. Visinya kita pengen buat kesenian beneran diapresiasi di masyarakat dengan cara memperkenalkan mereka. Seni pertunjukan itu ada, tapi banyak yang tidak tahu bagaimana menontonnya dimana menontonnya dan kami hadir untuk itu," sambungnya.

2. Upaya hadirnya Atma Loka untuk memperkenalkan komunitas seni teater ke khalayak

Ilustrasi teater. IDN Times/Masdalena Napitupulu
Ilustrasi teater. IDN Times/Masdalena Napitupulu

Dia juga menjelaskan, tidak hanya menejemen pementasan atau komunitasnya saja jika ingin tampil, tapi Atma Loka juga akan berupaya untuk memperkenalkan dengan cara eksposure media.

Atma Loka sudah berjalan setahun tepatnya bulan Agustus 2025, untuk menetapkan diri, dan penampilan acara ini mnejadi perdana dengan kolaborasi bersama Medan Teater.

Target penonton menyasar kepada kaum gen Z, karena bagi Atma Loka sekarang ini gen Z harusnya sudah mulai membuka intuisi atau aware untuk menonton seni pertunjukan di Medan.

"Harapannya, ini menjadi awal langkah baik untuk komunitas lain karena agak sedikit miris seperti teater sekolah sekarang itu sudah tidak terlalu banyak. Dengan adanya acara dan berkolaborasi dengan Medan Teater menjadi langkah awal komunitas lain juga bisa berkesenian memproduksi karya, serta dapat menggaet anak sekolah agar mereka bisa berkesenian," jelas Pimpinan Produksi ini.

3. Kini masih banyak gen Z tidak banyak mengetahui informasi-informasi tentang pertunjukan khsusunya seni teater

Ilustrasi Teater (IDN Times/Linda Juliawanti)
Ilustrasi Teater (IDN Times/Linda Juliawanti)

Baginya, saat ini anak gen Z tidak banyak mengetahui informasi-informasi tentang pertunjukan khsusunya seni teater.

"Gen z sendiri itu sebenarnya masih ada ketertarikan walaupun tidak semua, cuma memang mereka tidak mendapatkan informasi. Makanya, strategi kami memanfaatkan digitalisasi," pungkasnya.

Pertunjukan ini nantinya berbayar Rp43 ribu per orang, di Instagram Atma Lokal. Setelah isi dan bayar nanti bakal dikirim e-tiket.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Jukir Minta Uang Parkir Rp20 Ribu, Dishub Medan: Lapor ke Call Centre

26 Jan 2026, 19:00 WIBNews