Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Angka Kematian Ibu di Sumut Diklaim Menukik
Pexels/freestocks.org (ilustrasi ibu hamil)
  • Pemerintah Provinsi Sumut mencatat peningkatan derajat kesehatan masyarakat 2025 dengan lima dari tujuh indikator utama melampaui target, termasuk umur harapan hidup mencapai 74,19 tahun.
  • Angka Kematian Ibu di Sumut turun menjadi 45,38 per 100 ribu kelahiran hidup, jauh di bawah rata-rata nasional dan didukung sistem pelaporan cepat melalui aplikasi MPDN.
  • Sumut mempertahankan status Universal Health Coverage dengan kepesertaan JKN 100,67 persen serta peningkatan mutu layanan kesehatan, meski angka kesakitan masih perlu perhatian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara mencatat peningkatan derajat kesehatan masyarakat sepanjang 2025. Sejumlah indikator makro kesehatan mengklaim capaian positif, mulai dari meningkatnya umur harapan hidup hingga turunnya angka kematian ibu yang disebut melampaui target nasional.

Keberhasilan itu tertuang dalam Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2025 yang telah direviu Inspektorat Provinsi Sumut. Dinas Kesehatan Sumut menyebut sebagian besar indikator utama pelayanan kesehatan berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

1. Umur harapan hidup masyarakat diklaim Sumut terus meningkat

ilustrasi ibu dan anak yang berdoa bersama (pexels.com/Los Muertos Crew)

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Utara, Muhammad Faisal Hasrimy, mengatakan dari tujuh indikator kinerja utama, lima di antaranya berhasil direalisasikan dengan capaian di atas 100 persen.

“Ini merupakan buah dari kerja keras, sinergi, dan pendekatan holistik yang dilakukan bersama antara instansi pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dalam penguatan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi di Sumut,” ujar Faisal Hasrimy, Jumat (29/5/2026).

Faisal menjelaskan, umur harapan hidup (UHH) masyarakat Sumut pada 2025 mencapai 74,19 tahun. Angka itu melampaui target perjanjian kinerja sebesar 74,01 tahun atau dengan capaian 100,24 persen.

Menurutnya, tren tersebut menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, umur harapan hidup masyarakat Sumut tercatat 73,90 tahun, sementara pada 2023 berada di angka 73,67 tahun.

2. Angka kematian ibu turun jauh di bawah rata-rata nasional

ilustrasi ibu yang berbicara dengan anaknya (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Selain peningkatan umur harapan hidup, capaian paling menonjol tercatat pada indikator kesehatan ibu dan anak. Dinkes Sumut mencatat Angka Kematian Ibu (AKI) berhasil ditekan hingga 45,38 per 100 ribu kelahiran hidup.

Capaian itu jauh lebih baik dari target awal sebesar 65,78 per 100 ribu kelahiran hidup dengan realisasi mencapai 131,01 persen. Angka tersebut juga berada di bawah rata-rata nasional tahun 2025 yang tercatat sebesar 85,17 per 100 ribu kelahiran hidup.

Penurunan AKI turut diikuti membaiknya Angka Kematian Bayi (AKB) yang tercatat sebesar 3,20 per 1.000 kelahiran hidup atau lebih baik dari target 3,28 per 1.000 kelahiran hidup.

“Implementasi wajib pelaporan by name by address melalui Aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) dari Kementerian Kesehatan terbukti efektif membantu fasilitas layanan kesehatan merespons cepat potensi risiko kematian ibu dan bayi,” ujar Faisal.

3. Sumut pertahankan status UHC dan tingkatkan mutu layanan kesehatan

Indonesia telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC). Pencapaian ini menandai bahwa hampir seluruh penduduk telah memperoleh akses layanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (dok. BPJS Kesehatan)

Dinas Kesehatan Sumut juga mengklaim cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 100,67 persen dari target 98,6 persen. Dengan capaian tersebut, Sumatra Utara kembali mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC).

Selain itu, mutu pelayanan fasilitas kesehatan juga disebut mengalami peningkatan. Persentase fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit yang meraih akreditasi paripurna meningkat menjadi 53,96 persen, melampaui target 41,1 persen.

Meski demikian, Dinkes Sumut masih memberi perhatian terhadap angka kesakitan atau morbiditas yang terealisasi 10,43 persen dari target 10,03 persen. Kondisi itu dipengaruhi perubahan lingkungan serta beban ganda penyakit menular dan tidak menular.

“Pemprov Sumut berkomitmen penuh memastikan bahwa status UHC dan peningkatan indeks kesehatan ini bukan sekadar pencapaian angka di atas kertas, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata oleh setiap lapisan masyarakat Sumut menuju lingkungan yang sehat, berkah, dan sejahtera,” ujar Faisal.

Editorial Team

Related Article