- Kabupaten Bengkalis 88 titik
- Kabupaten Pelalawan 57 titik
- Kota Dumai 12 titik
- Kabupaten Siak 1 titik
- Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 22 titik
- Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 4 titik
Ada 355 Titik Panas Tersebar di Pulau Sumatera, Riau Terbanyak

- BMKG Pekanbaru mendeteksi 355 titik panas di Sumatera, dengan Riau sebagai penyumbang terbanyak yaitu 189 titik, terutama di Kabupaten Bengkalis sebanyak 88 titik.
- Pulau Rupat di Bengkalis alami kebakaran hutan dan lahan lebih dari 350 hektare akibat cuaca panas ekstrem tanpa hujan selama sebulan.
- Kebakaran juga melanda kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil di Siak, membakar sekitar 20 hektare lahan serta beberapa lokasi lain di Kandis dan Sungai Apit.
Pekanbaru, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi 355 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera, Selasa (24/3/2026). Dimana, dari ratusan itu, Provinsi Riau menyumbang titik panas terbanyak.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Elisa JS Kedang mengatakan, untuk di Bumi Lancang Kuning, hotspot terdeteksi sebanyak 189 titik.
"Dari 355 hotspot, Provinsi Riau menyumbang 189. Sedangkan Provinsi Aceh 19 titik, Sumut (Sumatera Utara) ada 14, Bengkulu 18, Kepri (Kepulauan Riau) 84, Jambi 16, Lampung 3, Sumbar (Sumatera Barat) 2, Sumsel (Sumatera Selatan) 6 dan Bangka Belitung 4 titik," katanya.
1. Bengkalis 88 titik

Elisa menerangkan, dari 189 itu, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah terbanyak menyumbang hotspot, yakni sebanyak 88 titik.
"Hotspot di Riau tersebar di sejumlah kabupaten/ kota. Bengkalis terdeteksi dengan jumlah tertinggi, yakni sebanyak 88 titik," terangnya.
Berikut ini sebaran hotspot yang ada di Provinsi Riau
2. 350 hektare lahan terbakar di Pulau Rupat

Sementara itu, cuaca ekstrem terjadi di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Dimana, sudah 1 bulan di daerah tersebut tidak turun hujan.
Alhasil, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi dan membakar lahan yang diperkirakan lebih dari 350 hektare.
"Sekarang sudah lebih dari 350 hektare luas lahan yang terbakar," ujar Mualikul, salah seorang warga di Kecamatan Rupat, Bengkalis.
Sementara itu, Kapolsek Rupat AKP Faisal mengatakan, lahan yang terbakar tersebut merupakan semak belukar, daun pakis dan kebun kelapa sawit.
"Kondisi lahan terbakar adalah semak belukar, daun pakis dan kebun kelapa sawit. Jenis tanah gambut kering dan tiupan angin kencang dan kerap berubah arah. Cuaca panas terik dan sudah 1 bulan tidak turun hujan. Sebagian lahan merupakan hutan pohon mahang," katanya.
3. Lahan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil terbakar

Disisi lain, Karhutla juga terjadi di Kabupaten Siak. Adapun lokasinya di Kecamatan Sungai Mandau, Kandis dan Sungai Apit.
Kalaksa BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara mengatakan, untuk di Kecamatan Sungai Mandau, tepatnya di Desa Tasik Betung, lahan yang terbakar seluas 20 hektar. Adapun lahan yang terbakar itu, di dalam kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil.
"Pemadaman masih terus berlangsung dan diupayakan pendinginan dapat dilakukan pada Rabu (25/3/2036) siang," katanya.
Sedangkan di Kecamatan Kandis, tepatnya di jalan lintas Pekanbaru-Duri KM 57, ada lahan terbakar lebih kurang setengah hektare. Lahan ini merupakan semak belukar dan belum diketahui siapa pemiliknya.
Untuk di Kecamatan Sungai Apit, Karhutla terjadi di dua desa, yakni Desa Lalang dan Bunsur.
"Dijadwalkan pemadaman dimulai pada Rabu (25/3/2026). Untuk dua desa ini, jika digabungkan dengan Kandis dan Sungai Mandau, bisa jadi lebih 30 hektare lahan yang terbakar," ucap Novendra.


















