Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Masalah yang Muncul Akibat Ban Mobil Kurang Tekanan Angin
ilustrasi isi tekanan angin ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Tekanan ban kurang meningkatkan gesekan dengan jalan, membuat mesin bekerja lebih berat, konsumsi bahan bakar naik, dan performa kendaraan menurun.
  • Daya cengkeram ban berkurang sehingga mobil lebih mudah selip di tikungan atau jalan basah, jarak pengereman memanjang, serta risiko kehilangan kendali meningkat.
  • Ban kurang angin membuat kemudi berat dan mobil tidak stabil, sekaligus membebani dinding samping hingga berpotensi merusak struktur internal ban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tekanan angin pada ban mobil yang kurang dapat menimbulkan berbagai masalah serius. Kondisi ini membuat ban tidak mampu menopang beban kendaraan dengan optimal. Akibatnya, kinerja mobil secara keseluruhan akan ikut terganggu.

Selain itu, ban yang kempes juga berisiko menimbulkan kerusakan pada komponen lain. Kamu bisa mengalami peningkatan konsumsi bahan bakar hingga berkurangnya daya cengkeram di jalan. Jika dibiarkan terus-menerus, hal ini dapat membahayakan keselamatan saat berkendara.

1. Bahan bakar boros

ilustrasi mobil isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

Ketika tekanan angin ban berkurang, gesekan antara tapak ban dengan permukaan jalan akan meningkat tajam. Kondisi tersebut membuat mesin harus bekerja lebih berat dari biasanya. Akibatnya, penggunaan bahan bakar menjadi jauh lebih boros.

Beban kerja mesin yang berlebihan ini terjadi karena mobil dipaksa bergerak dengan hambatan yang lebih besar. Kamu akan merasakan performa kendaraan menurun dan konsumsi bensin meningkat. Jika dibiarkan, hal ini juga dapat mempercepat keausan pada komponen mesin.

2. Risiko tergelincir

ilustrasi mobil (pexels.com/Josh Hild)

Ban yang tekanannya kurang akan menyebabkan daya cengkeram pada jalan berkurang secara signifikan. Kondisi ini membuat mobil lebih sulit dikendalikan ketika melewati tikungan tajam. Risiko kehilangan kendali pun menjadi semakin tinggi.

Masalah tersebut akan semakin terasa saat kamu berkendara di jalan yang licin atau basah. Ban tidak dapat mencengkeram permukaan dengan baik sehingga potensi selip lebih besar. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan tekanan angin ban selalu sesuai agar keselamatan berkendara tetap terjaga.

3. Efektivitas sistem pengereman menurun

ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/Alex Jumper)

Tekanan angin ban yang tidak sesuai dapat membuat jarak pengereman menjadi lebih jauh dari biasanya. Saat kamu menginjak pedal rem, mobil tidak langsung berhenti dengan optimal. Hal ini terjadi karena ban tidak mampu mencengkeram permukaan jalan secara maksimal.

Kondisi tersebut sangat berbahaya, terutama di jalan yang ramai atau saat lalu lintas padat. Risiko terjadinya tabrakan beruntun akan meningkat karena kendaraan sulit dikendalikan tepat waktu. Oleh sebab itu, kamu perlu rutin memeriksa tekanan angin agar sistem pengereman tetap berfungsi dengan baik.

4. Keseimbangan pengendalian hilang

ilustrasi menyetir mobil (unsplash.com/Amrut Roul)

Tekanan angin ban yang kurang menyebabkan kemudi terasa lebih berat saat diputar. Mobil juga menjadi tidak stabil dan cenderung tertarik ke salah satu sisi jalan. Akibatnya, kamu harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk menjaga laju kendaraan tetap lurus.

Kondisi ini tentu membuat pengemudi cepat merasa lelah, terutama saat berkendara dalam jarak jauh. Konsentrasi dan tenaga akan terkuras karena terus-menerus mengoreksi arah setir. Oleh karena itu, kamu sebaiknya memeriksa tekanan ban secara berkala agar kenyamanan dan keamanan berkendara tetap terjaga.

5. Kerusakan struktural

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Nischal Kanishk)

Tekanan angin yang kurang membuat dinding samping ban menerima beban berlebih secara terus-menerus. Bagian tersebut terpaksa menahan berat kendaraan yang seharusnya ditopang oleh tekanan udara di dalam ban. Lama-kelamaan kondisi ini dapat melemahkan struktur ban dari dalam.

Dampak lanjutannya adalah munculnya kerusakan pada lapisan benang baja di dalam konstruksi ban. Keretakan kecil bisa terjadi dan terus melebar jika tidak segera ditangani. Supaya hal ini tidak menimpa kamu, pastikan tekanan angin ban selalu diperiksa dan disesuaikan dengan anjuran pabrikan.

Ban dengan tekanan kurang membuat mobil boros, sulit dikendalikan, dan berisiko mengalami kerusakan. Daya cengkeram, pengereman, hingga struktur ban bisa ikut terganggu. Karena itu, kamu harus rutin mengecek tekanan angin demi keselamatan berkendara.

Sumber informasi :

https://www.suzuki.co.id/tips-trik/biar-aman-ketahui-ini-ukuran-tekanan-angin-ban-mobil?pages=all

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article