18 Atlet Berkuda Sumut dan Jabar Unjuk Gigi di Piala Wali Kota Medan

Kejuaraan Berkuda Equestrian Piala Wali Kota Medan 2026 berlangsung 10–11 Oktober di Taman Cadika, diikuti 18 atlet Sumut-Jabar, 14 kuda, 39 entri, dan tujuh kelas pertandingan.
Pordasi Medan menempatkan kompetisi sebagai wadah pembinaan rider muda untuk membangun disiplin, ketangguhan, tanggung jawab, sportivitas, serta peluang melahirkan atlet berprestasi nasional hingga internasional.
Pemko Medan mengapresiasi kejuaraan sebagai ruang menguji kemampuan dan pengalaman atlet; penyelenggara diminta mengutamakan keselamatan atlet, kesejahteraan kuda, serta pengembangan kompetisi berkelanjutan di Sumut.
Medan, IDN Times - Sebanyak 18 atlet berkuda dari Sumatra Utara dan Jawa Barat unjuk kemampuan di Kejuaraan Berkuda Equestrian Piala Wali Kota Medan 2026. Kompetisi yang digelar di Taman Cadika Medan, pada 10–11 Oktober 2026, ini menjadi panggung pembuktian bagi para rider muda.
Berdasarkan laporan panitia, kejuaraan tersebut melibatkan 14 ekor kuda dari sejumlah stable dengan total 39 entri. Tujuh kelas dipertandingkan, meliputi kategori Dressage, Preliminary, dan Show Jumping.
1. Pertandingan menjadi kawah candradimuka untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet

Sebanyak 18 atlet berkuda dari Sumatra Utara dan Jawa Barat unjuk kemampuan di Kejuaraan Berkuda Equestrian Piala Wali Kota Medan 2026 (Dok. Diskominfo Medan) Ketua Pordasi Medan, M. Amsar Ramzie, menegaskan kejuaraan ini bukan sekadar perebutan piala, melainkan kawah candradimuka untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
"Kompetisi ini bukan hanya tentang memperebutkan piala dan meraih kemenangan. Lebih dari itu, kejuaraan menjadi wadah pembinaan untuk membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi sportivitas," ujar Amsar.
2. Diharapkan mampu melahirkan rider potensial tingkat nasional hingga internasional

Sebanyak 18 atlet berkuda dari Sumatra Utara dan Jawa Barat unjuk kemampuan di Kejuaraan Berkuda Equestrian Piala Wali Kota Medan 2026 (Dok. Diskominfo Medan) Di hadapan Ketua KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal, Ketua Pordasi Sumut Yuriandi Siregar, Sekretaris Pordasi Sumut Asad Shiddieqly, serta Ketua Pordasi Kabupaten/Kota se-Sumut, Amsar berharap Piala Wali Kota Medan mampu melahirkan rider potensial yang dapat membawa nama Kota Medan ke tingkat nasional hingga internasional.
"Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat, junjung tinggi kejujuran dan sportivitas, patuhi peraturan pertandingan, serta utamakan keselamatan. Jadikan pertandingan ini sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menunjukkan kemampuan terbaik," pesannya.
Aksi para atlet bersama kuda-kuda andalan mereka sukses menyedot antusiasme masyarakat. Warga tampak memadati arena untuk menyaksikan langsung ketangkasan atlet dalam mengendalikan kuda di setiap nomor pertandingan. Momen ini sekaligus menjadi edukasi bagi publik untuk lebih dekat mengenal olahraga equestrian.
3. Kejuaraan ini menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan

Sebanyak 18 atlet berkuda dari Sumatra Utara dan Jawa Barat unjuk kemampuan di Kejuaraan Berkuda Equestrian Piala Wali Kota Medan 2026 (Dok. Diskominfo Medan) Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kota Medan. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Medan T. Chairuniza, mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Dalam sambutan yang dibacakannya, Rico Waas menilai kejuaraan ini menjadi ruang bagi para atlet untuk menguji kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta meningkatkan prestasi.
"Jadikan kejuaraan ini sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan membangun mental juara," demikian pesan Wali Kota.
Pemko Medan berharap, selain melahirkan atlet potensial, kompetisi ini mampu menanamkan nilai disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab. Panitia pun diminta untuk tetap mengutamakan keselamatan atlet dan kesejahteraan kuda selama pertandingan.
Melalui Piala Wali Kota Medan 2026, Pordasi Medan berharap pembinaan olahraga berkuda semakin berkembang dan mampu menciptakan jalur kompetisi berkelanjutan bagi atlet muda di Sumut.























