Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sehari Sebumi di Medan, Belajar Ecobrick untuk Kelola Sampah

Kota Medan
2 min read
Sehari Sebumi di Medan, Belajar Ecobrick untuk Kelola Sampah
Kegiatan sehari Sebumi di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (8/10/2026). (Dok: Ecovia)
  • Sehari Sebumi di Medan mengenalkan pengolahan sampah plastik melalui pembuatan ecobrick.

  • Peserta mempraktikkan pembuatan ecobrick dengan pendampingan Sasude, termasuk Syifa yang baru pertama kali mencobanya.

  • Sasude juga mengolah plastik menjadi gantungan kunci yang diberikan kepada tiga tim pemenang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Membuat ecobrick dari sampah plastik ternyata tak semudah yang dibayangkan Syifa, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU). Ia baru pertama kali mencoba membuatnya saat mengikuti kegiatan Sehari Sebumi di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (8/10/2026).

Kegiatan yang digelar Ecovia bersama Sasude itu mengenalkan cara mengolah sampah plastik melalui pembuatan ecobrick. Peserta mendapat penjelasan sekaligus kesempatan mempraktikkan pembuatannya dengan pendampingan dari Sasude.

  1. 1. Pertama kali membuat ecobrick, Syifa mengaku cukup kesulitan

    WhatsApp Image 2026-10-10 at 10.22.42 (2).jpeg
    Kegiatan sehari Sebumi di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (8/10/2026). (Dok: Ecovia)

    Syifa menjadi salah satu peserta yang baru pertama kali mencoba membuat ecobrick. Dari kegiatan tersebut, ia mengetahui bahwa sampah plastik bisa dimanfaatkan kembali. Namun, proses pembuatannya ternyata lebih sulit dari yang ia perkirakan.

    “Sebelumnya belum pernah membuat ecobrick sama sekali. Saya akhirnya tahu, kalau ternyata sampah plastik bisa dijadiin sesuatu yang bermanfaat seperti ecobrick ini. Pas pembuatan ecobrick menurut saya yang paling seru karena keliatannya mudah, tapi ternyata lumayan susah dan menantang,” ungkap Syifa, mahasiswa FISIP USU.

    Pembuatan ecobrick menjadi salah satu kegiatan dalam acara Sehari Sebumi. Peserta tidak hanya menerima materi mengenai pengelolaan sampah plastik, tetapi juga mencoba sendiri metode yang diperkenalkan Sasude tersebut.

  2. 2. Ecovia gandeng Sasude untuk praktik pengolahan sampah

    WhatsApp Image 2026-10-10 at 10.22.41 (2).jpeg
    Kegiatan sehari Sebumi di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (8/10/2026). (Dok: Ecovia)

    Ecovia merupakan kelompok kehumasan yang beranggotakan sembilan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU. Dalam puncak acara Sehari Sebumi, kelompok ini bekerja sama dengan Sasude untuk mengenalkan pengolahan sampah plastik melalui ecobrick.

    Ecobrick dibuat menggunakan botol plastik yang diisi hingga padat dengan sampah plastik bersih dan kering. Hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai produk atau kebutuhan tertentu.

    Ketua Panitia Sehari Sebumi, Lowla Santa Claudia Manurung, mengatakan kerja sama dengan Sasude memungkinkan peserta mencoba langsung pembuatan ecobrick setelah mendapat penjelasan mengenai metode tersebut.

    “Melalui kolaborasi ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang ecobrick, tetapi juga berkesempatan mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan dari Sasude,” ujar Lowla.

  3. 3. Tiga tim mendapat gantungan kunci dari sampah plastik

    WhatsApp Image 2026-10-10 at 10.22.42 (1).jpeg
    Kegiatan sehari Sebumi di Sanggar Anak Sungai Deli (Sasude), Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (8/10/2026). (Dok: Ecovia)

    Selain ecobrick, Sasude juga mengolah sampah plastik menjadi barang lain, salah satunya gantungan kunci. Produk hasil pengolahan plastik tersebut turut menjadi bagian dari kegiatan Sehari Sebumi.

    Sebanyak tiga tim pemenang dalam kegiatan praktik mendapatkan gantungan kunci buatan Sasude. Masing-masing tim terdiri dari dua peserta.

    Gantungan kunci tersebut merupakan salah satu contoh produk yang dihasilkan Sasude dari pengolahan sampah plastik. Dengan demikian, peserta diperkenalkan pada dua bentuk pemanfaatan plastik bekas, yakni melalui pembuatan ecobrick dan produk gantungan kunci.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More