Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Panen Raya Berlangsung, Harga Beras di Medan Tak Turun

Kota Medan
2 min read
Panen Raya Berlangsung, Harga Beras di Medan Tak Turun
Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Musim panen raya padi di Sumatra Utara mencapai puncak, sementara harga gabah kering panen turun menjadi Rp7.200-Rp7.300 per kilogram dari kisaran Rp8.000.

  • Harga beras medium di Medan masih berada pada rata-rata Rp15.200-Rp15.750 per kilogram, karena penurunan harga gabah dinilai belum otomatis mengubah harga jual beras.

  • Kenaikan HPP dan risiko gagal panen akibat El Nino membuat harga beras sulit turun; pemerintah didorong menjaga pasokan di tengah ancaman kekeringan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Hilal penurunan harga beras di Sumatra Utara (Sumut) belum terlihat, padahal produksi gabah tengah berada di puncak musim panen raya.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan musim panen raya padi di Sumut sejatinya sudah dimulai sejak akhir Agustus dan diproyeksikan akan berakhir pada November mendatang. Pada bulan ini, produksi gabah hasil petani berada di level puncaknya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga gabah kering panen (GKP) juga mengalami penurunan di kisaran Rp7.200 hingga Rp7.300 per kilogram (Kg), dari posisi sebelum musim panen yang berada di harga Rp8.000-an per Kg.

"Penurunan harga gabah ini pada dasarnya tidak bisa sepenuhnya dijadikan alasan atau justifikasi harga beras harus turun. Karena harga jual beras medium di lapangan sejauh ini masih sesuai dengan harga keekonomiannya," ujar Gunawan, Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga beras medium di Kota Medan dijual dengan rata-rata harga Rp15.200 hingga Rp15.750 per Kg.

Bahkan, peredaran beras premium yang juga menyasar pasar tradisional dinilai menjadi bagian dari strategi produsen atau kilang maupun pedagang untuk mempertahankan marjin keuntungan.

  1. 1. Kenaikan HPP menjadi isu utama yang membuat harga beras sulit turun

    IMG_5592.jpg
    Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Menurut Gunawan, kenaikan harga pokok produksi (HPP) menjadi isu utama yang membuat harga beras sulit turun.

    "Potensi harga beras turun dalam waktu dekat ini sepertinya tidak akan terjadi," tegasnya.

  2. 2. Gelombang El Nino masih menjadi masalah besar yang telah memicu gagal panen

    IMG-20251030-WA0158.jpg
    Peluncuran Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk Pemberian Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Alokasi Oktober–November 2025 di Medan (Dok. Istimewa)

    Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan gelombang El Nino masih menjadi masalah besar yang telah memicu gagal panen di sejumlah wilayah di Tanah Air. Sehingga, arah kebijakan perberasan saat ini lebih cenderung pada upaya menjaga pasokan di masa mendatang.

    "Karena risiko harga beras naik saat terjadinya gangguan iklim seperti saat ini peluangnya sangat besar terjadi," katanya.

  3. 3. Harapan agar harga beras bisa turun saat musim panen mungkin tidak akan terwujud pada tahun ini

    IMG_5593.jpg
    Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Ia menambahkan, harapan agar harga beras bisa turun saat musim panen mungkin tidak akan terwujud pada tahun ini. Sekalipun Sumut pada dasarnya menjadi wilayah yang aman dari dampak El Nino.

    "Yang paling penting saat ini adalah bagaimana upaya pemerintah untuk memastikan pasokan beras tetap terjaga, di tengah ancaman penurunan produktivitas lahan sawah karena kekeringan akibat El Nino," tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More