Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sumut Ajukan 5 Prioritas Pembangunan ke Pemerintah Pusat

Kota Medan
3 min read
Sumut Ajukan 5 Prioritas Pembangunan ke Pemerintah Pusat
Suasana RSU Haji Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution membawa lima prioritas pembangunan ke Bappenas, termasuk RSU Haji Medan dan afirmasi Kepulauan Nias.

  • Sumut mengusulkan Belawan, Kualatanjung, dan Seimangkei sebagai satu koridor industri serta logistik nasional.

  • Program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumut 2026-2028 menjadi salah satu agenda yang dibawa ke pemerintah pusat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution membawa lima prioritas pembangunan Sumut ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Usulan itu mencakup RSU Haji Medan, afirmasi Kepulauan Nias, koridor ekonomi Belawan-Kualatanjung-Seimangkei, keterpaduan pembangunan, serta pemulihan pascabencana.

  1. 1. Bobby minta proyek RSU Haji Medan kembali masuk rencana pinjaman luar negeri

    20260617_140318.jpg
    Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Irma Yudistirani)

    Bobby menyampaikan lima prioritas tersebut saat bertemu Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Salah satu yang mendapat perhatian adalah rencana pengembangan RSU Haji Medan menjadi rumah sakit rujukan berstandar internasional.

    Proyek itu direncanakan menggunakan dukungan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) dari Pemerintah Korea Selatan melalui Korea Eximbank. Menurut Bobby, pada Februari 2024 proyek tersebut telah sampai pada tahap permintaan resmi dan komitmen pembiayaan.

    Skema pembiayaannya disebut memiliki bunga 0,05 persen dengan tenor 40 tahun dan masa tenggang 10 tahun. Namun, setelah penyesuaian RPJMN 2025-2029, proyek RSU Haji Medan belum tercantum dalam Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah 2025-2029.

    “Mengingat perjanjian kerja Indonesia-Korea akan berakhir pada 31 Desember 2026, percepatan proses menjadi sangat penting agar peluang pembiayaan ini tetap dapat dimanfaatkan,” kata Bobby. Ia menyebut usulan re-entry telah disampaikan kepada Bappenas pada 22 September 2026.

  2. 2. Kepulauan Nias diusulkan mendapat program afirmasi 2027-2029

    Gubernur Sumut Bobby Nasution meninjau jembatan yang ambruk di Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Minggu (9/3/2025). (Dok Diskominfo Sumut)
    Gubernur Sumut Bobby Nasution meninjau jembatan yang ambruk di Desa Tuwuna, Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Minggu (9/3/2025). (Dok Diskominfo Sumut)

    Prioritas lain yang dibawa Pemprov Sumut adalah percepatan pembangunan Kepulauan Nias. Bobby menyebut wilayah tersebut memiliki potensi pariwisata dan budaya, kelautan dan perikanan, perkebunan, serta ekonomi berbasis sumber daya lokal.

    Namun, menurutnya, pengembangan kawasan masih menghadapi persoalan konektivitas, biaya logistik, akses pasar, dan kesenjangan infrastruktur.

    “Kemudian untuk kawasan Kepulauan Nias, potensinya ada pada pariwisata-budaya, kelautan-perikanan, perkebunan, dan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Pengembangannya masih terkendala konektivitas, biaya logistik, akses pasar serta kesenjangan infrastruktur,” kata Bobby.

    Pemprov Sumut mengusulkan program afirmasi Kepulauan Nias untuk periode 2027-2029. Usulan itu mencakup konektivitas, layanan dasar dan sumber daya manusia, hilirisasi ekonomi lokal, pariwisata Nias Selatan, serta penguatan Gunungsitoli sebagai pusat ekonomi dan logistik.

    Bobby juga meminta adanya target, pendanaan, serta tahapan pelaksanaan yang jelas dari kementerian dan lembaga terkait. Pemprov turut mengusulkan insentif khusus untuk mendorong investasi di kawasan tersebut.

  3. 3. Belawan-Kualatanjung-Seimangkei ingin dijadikan satu koridor industri

    KEK Sanur
    Oakwood Sanur Residents di kawasan KEK Sanur (IDN Times/Ayu Afria)

    Pemprov Sumut juga mengusulkan Belawan, Kualatanjung, dan Seimangkei dikembangkan dalam satu koridor industri dan logistik nasional. Dalam rencana tersebut, Belawan diarahkan sebagai pintu gerbang, Kualatanjung sebagai international hub, sedangkan Seimangkei menjadi pusat hilirisasi.

    Pemprov meminta pemerintah pusat menyusun roadmap dan target pengembangan koridor tersebut untuk 2027-2029. Program dan pendanaan lintas kementerian juga diminta diintegrasikan agar kawasan-kawasan tersebut tidak berkembang sendiri-sendiri.

    Bobby mengatakan tantangan pembangunan Sumut saat ini adalah menghubungkan pusat pertumbuhan dengan potensi daerah seperti sawit, karet, kelapa, pangan, dan energi.

    “Namun tantangannya adalah menghubungkan pusat pertumbuhan ini dengan potensi seperti sawit, karet, kelapa, produksi pangan dan energi ke dalam satu ekosistem ekonomi yang terintegrasi,” ujar Bobby.

    Poin terakhir yang dibawa ke Bappenas adalah program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumut 2026-2028. Program tersebut diarahkan pada hunian, infrastruktur dan konektivitas, layanan dasar, pertanian, serta pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

    “Poin terakhir adalah implementasi program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumut 2026-2028 yang fokus pada hunian, infrastruktur dan konektivitas, layanan dasar, pertanian, serta sosial ekonomi masyarakat,” kata Bobby.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More