Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

17 Siswa di Medan Keracunan Susu MBG, 5 Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kota Medan
3 min read
17 Siswa di Medan Keracunan Susu MBG, 5 Masih Dirawat di Rumah Sakit
Suasana siswa SMPN 34 Medan saat menikmati MBG (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Dinkes Medan mencatat 17 siswa SDN 060870 diduga keracunan setelah program MBG; 12 telah pulang dan lima masih dirawat di RS Imelda.

  • Gejala mual, muntah, dan pusing muncul sekitar 25 menit setelah siswa hanya meminum susu kotak, tanpa mengonsumsi menu makanan lainnya.

  • Sampel susu dan makanan sedang diuji Labkesda Sumut; SPPG pemasok ditutup sementara, sementara Dinkes, BGN, dan sekolah melakukan pendampingan serta surveilans.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan mengungkapkan perkembangan terbaru terkait belasan siswa SD Negeri 060870 di Jalan Bilal, Medan Timur, yang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (9/10/2026).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Medan, dr. Shereivia Faradillah, mengatakan total siswa yang terdampak sebanyak 17 orang. Sebanyak 12 siswa sudah dipulangkan, sementara lima lainnya masih menjalani rawat inap di RS Imelda.

"Jumlah diduga keracunan 17 orang, 5 orang masih rawat inap, 12 orang sudah kembali pulang," ujar Shereivia pada IDN Times.

  1. 1. Gejala klinis muncul sekitar 25 menit setelah mengonsumsi susu kotak dalam paket MBG

    IMG_7024.jpeg
    Pembagian MBG di SMPN 34 Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Shereivia menjelaskan, gejala klinis yang dialami para siswa berupa mual, muntah, dan pusing yang muncul sekitar 25 menit setelah mengonsumsi susu kotak dalam paket MBG.

    "Gejala awal muntah, mual, dan pusing setelah 25 menit mengonsumsi susu," katanya.

  2. 2. Siswa belum konsumsi menu makan tapi hanya minum susu

    IMG_7028.jpeg
    Suasana siswa SMPN 34 Medan saat menikmati MBG (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Hasil penelusuran sementara menunjukkan, ke-17 siswa tersebut belum mengonsumsi menu makanan, melainkan hanya meminum susu.

    "Berdasarkan keterangan, 17 anak belum mengonsumsi makanannya, hanya minum susu kotak," ujarnya.

    Dinkes menyebut laporan kejadian tidak diterima dalam bentuk resmi tertulis, melainkan melalui pesan WhatsApp ke puskesmas dan laporan dari koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) ke Satgas MBG.

    Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinkes telah mengambil sampel makanan dan susu yang kemudian diserahkan ke UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumatra Utara.

    "Sampel makanan dan susu sudah diambil dan diserahkan ke UPTD Labkesda Sumut. Belum ada hasil uji lab sementara," kata Shereivia.

    Saat ini, Dinkes bersama BGN dan pihak sekolah masih melakukan pendampingan terhadap pasien di RS Imelda serta melakukan surveilans ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok MBG ke sekolah tersebut.

  3. 3. Susu yang dibagikan diduga dalam kondisi tidak baik karena menggumpal seperti santan

    IMG_7122.jpeg
    Suasana dapur MBG di Suka Maju, usai dibersihkan (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Sebelumnya, Siti Nurzanah (33), wali murid, menyebut susu yang dibagikan diduga dalam kondisi tidak baik karena menggumpal seperti santan. Menu MBG saat itu terdiri dari nasi putih, telur semur, susu, tumis kacang panjang dan terong hijau, serta buah salak.

    Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin F. Razi mengatakan para siswa masih dalam tahap observasi dan penyebab pasti masih dalam pemeriksaan. Sementara itu, Kepala BGN Sumut Yoga Arizanto memastikan SPPG pemasok sudah ditutup sementara.

    Terkait penghentian operasional dapur, Shereivia menegaskan kewenangannya berada di BGN. Untuk imbauan resmi, pihaknya telah meminta puskesmas menyampaikan informasi ke sekolah.

    "Himbauan resmi belum ada, tetapi melalui puskesmas untuk disampaikan ke sekolah," tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More