Gaji Sama, Kenapa Tabungan Teman Bisa Lebih Banyak?

Gaji yang sama tidak berarti kemampuan menabung sama karena tempat tinggal, kebutuhan rutin, dan tanggungan tiap pekerja berbeda.
Berhemat belum tentu cukup jika sebagian besar penghasilan sudah terserap kebutuhan dan upah belum menopang kehidupan kelas menengah.
Catatan pengeluaran membantu menghitung kemampuan menabung, termasuk biaya tidak rutin dan tanggungan keluarga.
Gaji kamu dan teman sekantor kurang lebih sama. Dia bisa menyisihkan uang setiap bulan, sementara saldo rekeningmu sering menipis menjelang gajian. Padahal, kamu merasa sudah jarang belanja dan cukup berhati-hati mengeluarkan uang.
Sebelum menganggap diri sendiri boros, coba lihat pengeluaran yang harus dibayar. Lakukan tabulasi pengeluaranmu. Kemudian kelompokkan, mana yang harusnya tidak menjadi pengeluaran. Angka gaji terlihat sama, tetapi jumlah uang yang bisa digunakan untuk diri sendiri bisa jauh berbeda.
1. Ada yang masih tinggal dengan keluarga, ada yang membayar semuanya sendiri

ilustrasi keuangan, finansial, budgeting, anak muda (magnific.com/tirachardz) Pekerja yang tinggal bersama orang tua mungkin tidak perlu menyewa tempat tinggal. Sebagian masih harus membayar listrik atau belanja rumah tangga, sementara yang lain bisa menggunakan lebih banyak penghasilannya untuk kebutuhan pribadi.
Pekerja yang merantau menghadapi perhitungan lain. Sewa kamar, makan, laundry, dan ongkos pulang kampung perlu masuk anggaran. Belum lagi jika ada uang yang rutin dikirim untuk keluarga.
Perbedaan ini mudah terlewat dalam obrolan tentang gaji. Orang mengetahui jumlah penghasilan temannya, tetapi belum tentu mengetahui seluruh pengeluaran yang menyertainya.
Sebelum mengikuti target tabungan orang lain, hitung dulu kewajiban sendiri. Jumlah yang tersisa setelah kebutuhan dibayar akan memberi gambaran lebih jelas tentang kemampuan menabung.
2. Penghasilan bisa habis meski belanja sudah dikurangi

ilustrasi keuangan pasangan, finansial pasangan, pengeluaran (magnific.com/tirachardz) Ada pengeluaran yang bisa ditunda, seperti mengganti ponsel atau membeli pakaian. Jika kebutuhan rutin sudah mengambil sebagian besar gaji, mengurangi belanja mungkin hanya menyisakan sedikit tambahan. Pada titik ini, kecukupan penghasilan perlu ikut diperiksa.
Bank Dunia, melalui laporan ekonomi Indonesia edisi Desember 2025, mencatat bahwa banyak pekerjaan tercipta di sektor bernilai tambah rendah. Banyak di antaranya belum memberikan upah yang mampu menopang kehidupan kelas menengah. Laporan ini membahas kondisi pasar kerja secara umum, bukan khusus pekerja milenial atau Gen Z.
Temuan tersebut memberi konteks bagi pekerja yang merasa sudah berhemat tetapi tetap kesulitan menabung. Pengeluaran dapat diatur, sementara ruang yang tersedia tetap dibatasi oleh pendapatan.
3. Rasa khawatir bisa muncul meski masih menerima gaji

ilustrasi keuangan pasangan, finansial pasangan (pexels.com/Mikhail Nilov) Memiliki pekerjaan belum tentu membuat seseorang tenang menghadapi pengeluaran mendadak. Kerusakan kendaraan atau kebutuhan keluarga, misalnya, bisa mengubah anggaran yang sebelumnya terasa cukup.
Survei Deloitte 2025 menemukan bahwa 48 persen responden Gen Z dan 46 persen milenial merasa tidak aman secara finansial. Lebih dari separuh responden pada masing-masing kelompok hidup dari satu periode gajian ke periode berikutnya.
Survei itu melibatkan 23.482 responden di 44 negara. Angkanya tidak mewakili kondisi Indonesia secara khusus, tetapi memperlihatkan bahwa kekhawatiran keuangan juga dialami anak muda di berbagai negara.
Catatan pengeluaran membantu memperjelas keadaan. Tuliskan pendapatan bersih, kebutuhan rutin, cicilan, dan bantuan untuk keluarga. Masukkan juga biaya yang tidak muncul setiap bulan, seperti servis kendaraan atau pembayaran tahunan.
Meta-analisis yang terbit dalam Journal of Financial Economics pada 2022, mencakup 76 eksperimen acak dengan lebih dari 160 ribu peserta, menemukan peningkatan pengetahuan dan perilaku keuangan setelah peserta memperoleh pendidikan keuangan.
Namun, catatan pengeluaran juga bisa menunjukkan bahwa hampir tidak ada biaya yang dapat dikurangi. Jika itu yang terlihat, target tabungan perlu disesuaikan sambil mencari kesempatan memperbaiki pendapatan.
Saat membandingkan tawaran pekerjaan, hitung pula biaya untuk menjalaninya. Tambahan gaji bisa berkurang karena ongkos perjalanan atau sewa tempat tinggal yang lebih mahal.
Tabungan teman dapat menjadi bahan belajar, sepanjang keadaan di baliknya ikut diperhatikan. Untuk menetapkan target bulan depan, angka yang paling berguna tetap penghasilan, pengeluaran, dan tanggunganmu sendiri.





















