Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Puncak Hari Kesehatan Jiwa 2026 di Medan, PDSKJI Ajak Hapus Stigma

Kota Medan
3 min read
Puncak Hari Kesehatan Jiwa 2026 di Medan, PDSKJI Ajak Hapus Stigma
Peringatan World Mental Health Day 2026 digelar di Lapangan Kebun Bunga Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Puncak World Mental Health Day 2026 di Medan digelar 11 Oktober melalui kolaborasi UCHPOLM, RSP USU, dan PDSKJI Sumut, dengan enam layanan gratis bagi masyarakat.

  • PDSKJI Sumut mengajak masyarakat menghapus stigma gangguan jiwa, yang masih kerap dikaitkan dengan kurang iman, padahal memiliki faktor biologis dan memerlukan pengobatan.

  • Layanan pemeriksaan jiwa, konseling psikiater, cek kesehatan metabolik, serta pemeriksaan mata dan kacamata gratis ramai diminati; warga didorong mendengar dengan empati dan mendukung pengobatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Puncak peringatan World Mental Health Day 2026 digelar di Lapangan Kebun Bunga Medan, pada Minggu (11/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change atau Pengalaman Hidup yang Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata ini dipadati masyarakat.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh USU Centre for Health Politics and Management (UCHPOLM) bersama RSP USU dan didukung Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Sumatera Utara.

Ada enam layanan utama yang dibuka gratis untuk masyarakat dalam acara ini. Yakni cek kesehatan gratis, pemeriksaan kejiwaan, pemeriksaan mata dan pembagian kacamata presbiopi (plus) gratis, donor darah, senam bersama, serta pertunjukan dan hiburan.

  1. 1. Masyarakat diminta untuk mengurangi stigma terhadap orang-orang yang mengalami masalah mental

    Selain dokter, binge-eating disorder juga bisa diobati dengan konsultasi ke ahli kesehatan jiwa. (eatingrecoverycenter.com)
    Selain dokter, binge-eating disorder juga bisa diobati dengan konsultasi ke ahli kesehatan jiwa. (eatingrecoverycenter.com)

    Ketua PDSKJI Cabang Sumut, dr. Vita Camellia, mengatakan kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober setiap tahunnya.

    Dalam acara ini telah digelar beberapa kegiatan. Pertama, seminar awam yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Husada dengan tema Parenting dan Mental Health. Kedua, konsultasi langsung dengan psikiater melalui platform Zoom pada 4 Oktober. Ketiga, kerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara untuk edukasi di rumah sakit daerah dengan topik mengenali burnout dan cegah bunuh diri pada tenaga kesehatan (nakes).

    "Puncaknya hari ini diadakan di Kebun Bunga supaya masyarakat lebih aware dengan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia dan harapannya masyarakat juga mengurangi stigma terhadap orang-orang yang mengalami masalah mental," kata Vita pada IDN Times.

  2. 2. Gangguan jiwa masih sering dipandang sebagai kurang iman padahal penyebabnya biologis

    Illustrasi meditasi untuk kesehatan jiwa. (Freepik.com)
    Illustrasi meditasi untuk kesehatan jiwa. (Freepik.com)

    Menurutnya, gangguan jiwa masih sering dipandang sebagai kurang iman atau kurang berdoa. Padahal, faktor penyebabnya bersifat biologis dan memerlukan pengobatan.

    "Bahwa masalah mental ini bukan karena kurang iman, bukan karena kurang berdoa dan diharapkan masyarakat juga peduli. Mereka adalah orang-orang yang butuh pertolongan, sehingga menghilangkan stigma tadi, cepat datang dibawa ke psikolog atau psikiater, mendapat pengobatan," jelasnya.

    Terkait tema tahun ini, ia menegaskan pentingnya empati. Orang dengan masalah mental bukan hanya perlu didengarkan, tetapi juga dipahami dan didukung untuk berobat.

    "Live experiences heard, real voices and real change ini, bahwa orang-orang yang mengalami masalah mental itu bukan hanya sekedar didengarkan tapi dipahami dengan empati, kemudian didukung untuk pengobatan," katanya.

  3. 3. Diharapkan masyarakat berani menghilangkan stigma khususnya pada gangguan jiwa

    konsultasi kesehatan jiwa
    ilustrasi konsultasi kesehatan jiwa (pexels.com/Timur Weber)

    Soal antusiasme, Vita menyebut hampir seluruh layanan dipenuhi warga. Layanan cek kesehatan jiwa dan konseling dengan psikiater, cek metabolik seperti gula darah, kolesterol, dan tekanan darah, hingga pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis paling diminati.

    "Semua minat, karena kita buat ada pemeriksaan kesehatan jiwa gratis dan counseling sama psikiater, kemudian pemeriksaan mata dan cek kesehatan gratis, ada cek metabolik, gula darah, kolesterol. Lansia dengan pembagian kacamata gratis itu juga banyak, ada sekitar 50-an orang lebih," ujarnya.

    Kegiatan ini didukung sejumlah mitra, di antaranya Hetero, Mersi, Pharos, Yarindo, Sunthi Sepuri, Pegadaian, UOB, Grab, Alang Sari, dan Cleo.

    Di akhir, Vita berpesan agar masyarakat berani menghilangkan stigma.

    "Hilangkan stigma, dengarkan dengan empati, dukung dan segera bawa ke psikiater. Mari kita sama-sama membantu mereka yang mengalami gangguan jiwa," tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More