Sumut Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Ekspor UMKM ke Malaysia

Pemprov Sumut mengusulkan jalur laut dengan pengiriman UMKM dalam volume kecil, tetapi lebih sering, untuk mendukung ekspor ke Malaysia.
Bobby Nasution juga mengusulkan subsidi logistik transportasi laut lintas negara untuk menekan biaya pengiriman produk UMKM.
Dubes Malaysia menyambut usulan tersebut dan akan membahas mekanisme teknis, regulasi, serta kerja sama dengan sektor swasta.
Medan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) mengusulkan pembukaan jalur laut dengan pola pengiriman skala kecil dan frekuensi lebih sering untuk mendukung ekspor produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke Malaysia.
Usulan tersebut disampaikan Gubernur Sumut Bobby Nasution saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Sabtu (10/10/2026).
Selain jalur laut, Bobby juga mengusulkan pemberian subsidi logistik transportasi laut lintas negara untuk menekan biaya pengiriman produk UMKM dari Sumut ke Malaysia.
Berikut tiga poin utama dari pertemuan Bobby Nasution dan Duta Besar Malaysia:
1. Bobby soroti kendala pengiriman produk UMKM ke Malaysia

Ilustrasi ekspor (pexels.com/Wolfgang Weiser) Bobby mengatakan potensi UMKM di Sumut cukup besar, tetapi pengembangan ekspor masih menghadapi kendala pada sistem pengiriman antarnegara. Salah satu persoalannya adalah pengiriman yang selama ini membutuhkan jumlah barang dalam volume besar dalam satu kali pengiriman.
Menurut Bobby, kondisi tersebut membuat pelaku UMKM harus menyiapkan stok dalam jumlah tertentu sebelum melakukan ekspor.
"Kita usulkan pengiriman dalam volume yang tidak terlalu besar tetapi lebih sering, misalnya lima hari sekali atau seminggu sekali. Dengan begitu, pelaku UMKM tidak perlu menumpuk stok terlalu lama dan perputaran modal mereka bisa lebih cepat dan dinamis," ujar Bobby.
Melalui skema pengiriman dengan volume lebih kecil tetapi lebih rutin, Pemprov Sumut mengusulkan agar akses ekspor bagi pelaku UMKM dapat lebih mudah dilakukan.
2. Sumut siapkan subsidi logistik dan manfaatkan kedekatan geografis

ilustrasi ekspor impor, kontainer, peti kemas, pelabuhan (magnific.com/jcomp) Selain mengusulkan pola pengiriman baru, Bobby menyampaikan kesiapan Pemprov Sumut memberikan subsidi pada sektor transportasi laut lintas negara. Subsidi tersebut diarahkan untuk menekan biaya logistik produk UMKM lokal.
Bobby menilai jarak antara Sumut dengan sejumlah wilayah Malaysia menjadi salah satu faktor yang dapat dimanfaatkan dalam kerja sama perdagangan.
"Jarak kita sangat dekat, bahkan beberapa daerah di Sumut lebih cepat dijangkau dari Kuala Lumpur dibanding Jakarta. Keunggulan geografis ini harus kita konversikan menjadi peluang ekonomi nyata bagi masyarakat di kedua wilayah," kata Bobby.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas kerja sama lain, termasuk pengembangan sumber daya manusia, kawasan industri, serta isu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berdampak pada kualitas udara lintas negara.
Bobby menyampaikan kondisi Karhutla di Sumut tahun ini relatif baik dan tidak menyebabkan asap menuju Malaysia.
"Alhamdulillah, tahun ini tidak ada kebakaran hutan dan lahan di Sumut yang mengirimkan asap ke Malaysia. Meskipun ada kiriman asap tipis dari daerah lain, curah hujan di Sumut saat ini masih lumayan baik," jelas Bobby.
3. Dubes Malaysia sambut usulan jalur laut untuk perdagangan

ilustrasi ekspor impor, kontainer, peti kemas, pelabuhan (magnific.com/jcomp) Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato' Muzafar Shah Mustafa, menyambut baik usulan pembukaan jalur laut dan subsidi logistik yang disampaikan Bobby.
Dato' Muzafar mengatakan pihaknya akan membahas mekanisme teknis pelaksanaan usulan tersebut, termasuk dari sisi regulasi pemerintah maupun kerja sama dengan sektor swasta di Malaysia.
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki posisi strategis dalam hubungan ekonomi Indonesia dan Malaysia. Ia menyebut nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai hampir US$26 miliar, dengan kontribusi perdagangan Sumut sekitar US$1 miliar hingga US$2 miliar.
"Sumatera Utara memiliki kepentingan yang sangat besar bagi Malaysia, baik dari aspek perdagangan, perkapalan, hingga pariwisata medis dan pendidikan. Kami menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin sangat baik selama ini," ungkap Dato' Muzafar.
Dalam pertemuan tersebut, Dato' Muzafar juga menyampaikan kesiapan Malaysia untuk terus berkoordinasi dengan Sumut dalam penanganan isu lingkungan regional di kawasan ASEAN.





















