Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tawuran Gara-gara Narkoba di Percut, Bandar dan 2 Pengedar Ditangkap

Tawuran Gara-gara Narkoba di Percut, Bandar dan 2 Pengedar Ditangkap
Polrestabes Medan ungkap peredaran narkotika dari bulan Maret sampai Mei sebanyak 156 orang (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Share Article

Medan, IDN Times - Sejak Maret 2025 sampai dengan bulan Mei, Polrestabes Medan menangkap 156 pelaku narkotika. 130 dilakukan penahanan dan sisanya dilakukan upaya restorative justice dengan cara dikirim ke Panti Rehabilitasi.

Dalam penangkapan ini, salah satu yang menjadi sorotan ialah kasus di Bagan Percut. Di mana terjadi bentrokan antar kelompok yang diduga karena masalah narkotika.

Bahkan sebelumnya salah satu korban yang tangannya terluka akibat senjata tajam, sempat dikabarkan merupakan korban begal. Namun setelah diselidiki, ternyata ia merupakan korban bentrok 2 kelompok.

1. Sepanjang Maret - Mei 2025, Polrestabes Medan tangkap 156 pelaku narkotika

Sabu-sabu 12 kilogram turut diamankan (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Sabu-sabu 12 kilogram turut diamankan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Poltestabes Medan menangkap 156 pelaku narkotika. Pelaku tersebut terdiri dari 149 laki-laki, 1 anak di bawah umur, dan 6 perempuan dewasa. Di antara 156 pelaku, sebanyak 130 orang ditahan dan 26 orang dilakukan restorative justice di Panti Rehabilitasi.

"Barang bukti yang kita sita, sabu 16,7 kg, ganja 101 gram, ekstasi 19.231 butir, mobil 2 unit, dan beberapa pecahan ekstasi, dan lain-lain. Konstruksi hukumnya jelas. Karena ini berkaitan dengan UU narkotika. Tindakan pemolisian yang dilakukan untuk mereduksi peredaran di Kota Medan ini, selain penegakan hukum kita juga melakukan grebek sarang narkoba, sebanyak 18 kegiatan di TKP berbeda," kata Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Setyawan, Kamis (8/5/2025).

Dalam grebek narkoba, yang menjadi sorotan adalah di Desa Bagan Percut. Di sana sempat terjadi bentrok antar 2 kelompok diduga gara-gara narkotika.

"Berdasarkan analisa ada indikasi peredaran sabu di lokasi peristiwa yang menyebabkan luka tersebut. Kemudian kita lakukan penegakan hukum di Bagan Percut. Jadi kita amankan 3 orang atas nama H, YS, dan MJJ," lanjut Kapolres.

2. Sempat diberitakan jadi korban begal, ternyata seorang pria di Bagan Percut korban tawuran 2 kelompok diduga karena narkoba

Polrestabes Medan ungkap peredaran narkotika dari bulan Maret sampai Mei sebanyak 156 orang (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Polrestabes Medan ungkap peredaran narkotika dari bulan Maret sampai Mei sebanyak 156 orang (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Di Bagan Percut, polisi mendapat narkoba jenis sabu-sabu hampir 2 kilogram. Menariknya, di tempat ini sebelumnya diberitakan ada 1 orang yang menjadi korban pembegalan.

"Tersangka berinisial H mengakui bahwa sabu dipesan dari MJJ. Tersangka H dapat imbalan 10 persen dari penjualan. Artinya ada skema transaksi. Sementara tersangka YS berperan sebagai perantaranya," ungkap Gidion.

Ia menambahkan bahwa ada 2 korban di tempat ini. Mereka adalah Yusuf dan Idris. Yusuf terkena tembak senapan angin sementara Idris terkena bacokan senjata tajam.

"Dugaan kita itu (berselisih gara-gara narkoba). Karena di situ memang basisnya narkoba. Dan itu kita buktikan dengan grebek sarang narkoba," bebernya.

3. Tawuran melibatkan senjata tajam dan senapan angin

Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Setyawan (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Setyawan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Aksi tawuran yang terjadi diduga gara-gara narkoba, disebut Kapolres banyak melibatkan senjata tajam. Tak cuma itu, ditemukan pula senapan angin yang membuat seorang pria bernama Yusuf terluka.

"Pada peristiwa tawuran saat itu, bahkan ada yang memegang senapan angin. Antara mereka (Yusuf dan Idris) gak mungkin berasal dari kelompok yang sama. Pasti berasal dari 2 kelompok berbeda. Namun yang jelas, 1 orang positif narkoba," ungkap Gidion.

Ia menjelaskan bahwa penemuan narkoba hampir 2 kilogram itu merupakan hasil yang cukup besar, mengingat tangkapan tersebut merupakan hasil penggerebekan yang random.

"Selama kita melakukan grebek sarang narkoba, itu kan biasanya random. Dalam konteks random itu menemukan hampir 2 kilogram menurut saya itu sudah sangat bagus. Kalau pengungkapan yang 12 kilogram kan itu sudah tertarget, kali ini random," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Eko Agus Herianto
EditorEko Agus Herianto

Latest News Sumatera Utara

See More

Alfamart dan Nestlé Perluas Jangkauan Program Sahabat Posyandu

26 Jun 2026, 20:15 WIBNews