Medan, IDN Times – Untuk mengatasi stunting di Indonesia tak bisa sendirian. Lintas sektor dan lintas elemen harus berkolaborasi dan menanganinya secara komprehensif berjenjang, dimulai dari subsistem keluarga. Sehingga target nasional menurunkan pravelensi stunting pada angka 14 persen di tahun 2024 bisa tercapai.
Hal ini diungkapkan oleh dr Irma Ardiana, MAPS, selaku Plt Debuti Bidang Pelatihan, Penelitian, dan Pengembangan dan Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN saat menjadi pembicara pada acara Seminar Nasional Stunting 2024 yang dilaksanakan dalam rangkaian Perayaan Nyepi Nasional di Le Polonia Hotel Medan, Minggu (21/4/2024). Acara ini diselenggarakan oleh Panitia Perayaan Nyepi Nasional Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat bersama Panitia Nyepi BUMN 2024.
Tak sendirian, dr Irma menjadi pembicara pada acara ini bersama Dra Dewa Ayu Laksmi, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi Kementrian PPPA dan Catherine Natasya, Asisten Manager Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut.
Menurut dr Irma, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi karena angka kemiskinannya juga masih cukup tinggi. Karena sejatinya stunting sangat erat dengan kemiskinan. Untuk mengentaskan kemiskinan itu sendiri, tentu banyak pihak yang harus terlibat dan berkolaborasi.
