Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sopir Truk Tiba-tiba Meninggal Dunia, Warga Simalungun Heboh

Kab. Simalungun
Sopir Truk Tiba-tiba Meninggal Dunia, Warga Simalungun Heboh
Medis mengevakuasi jenazah dilengkapi APD (Dok.IDN Times/Istimewa)
Share Article

Simalungun, IDN Times - Seorang sopir truk pengangkut semen meninggal dunia sempat membuat heboh warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Warga heboh bercampur waspada karena wabah virus corona atau COVID-19 yang ada sekarang ini. Padahal kematian sopir tersebut belum bisa dipastikan apakah karena virus corona atau tidak.

  1. 1. Jenazah sopir terpaksa dievakuasi sesuai protokol COVID-19

    Jenazah dibawa ke Forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar (Dok.IDN Times/Istimewa)
    Jenazah dibawa ke Forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar (Dok.IDN Times/Istimewa)

    Untuk mencegah terjadinya dugaan penyebaran COVID-19, polisi yang turun setelah mendapat informasi dan tim medis turut dilibatkan mengevakuasi jenazah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Sejauh ini belum disimpulkan apa penyebab sopir truk, Indra (45), warga Dusun Jorang Pasar Tanjung Gadang, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat tersebut meninggal.

    "Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis dari Puskesmas Tanah Jawa, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, namun selanjutnya korban dibawa ke RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar untuk dilakukan pemeriksaan medis dengan menggunakan mobil ambulance" kata Kapolsek Tanah Jawa, AKP Syamsul Baharudin, saat dikonfirmasi, Selasa (21/4).

  2. 2. Sebelum meninggal, sopir mengalami sesak napas dan batuk

    Truk yang dikemudikan sempat parkjr satu malam di depan panglong (Dok.IDN Times/Istimewa)
    Truk yang dikemudikan sempat parkjr satu malam di depan panglong (Dok.IDN Times/Istimewa)

    Dijelaskannya, sehari sebelum sopir meninggal, masih sempat parkir di depan usaha panglong milik Akbar. Keterangan ini diperoleh polisi dari saksi yang juga kernet korban yaitu Dian Parta Wijaya. "Korban dan saksi berangkat dari Padang dan tiba di Tanah Jawa , persisnya di simpang Nagojor, panglong Akbar hari Minggu tanggal 19 April 2020 sekitar pukul 20.30 WIB, selanjutnya mereka makan malam pukul 21.00 WIB kemudian istirahat di dalam mobil" jelasnya.

    Kapolsek Tanah Jawa mengutarakan, sopir tersebut meninggal posisi duduk di bangku stir mobil truk bernomor polisi BM 8735 MU. Dan polisi mendapat informasi, Senin (20/4) menjelang malam hari dari warga sekitar dan juga kernet mobil.

    "Informasi kita dapatkan, korban sempat turun dari mobil dan kondisinya batuk-batuk dan sesak napas, lalu masuk ke dalam dan korban minta tolong kepada saksi untuk mengambil air hangat lalu memberikan kepada korban dan selanjutnya korban tidak bernyawa lagi" ucapnya.

  3. 3. Sopir diketahui pernah berobat diduga sakit paru-paru

    Korban dibawa ke Forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar (Dok.IDN Times/Istimewa)
    Korban dibawa ke Forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar (Dok.IDN Times/Istimewa)

    Untuk memastikan penyebab kematian sopir tersebut, polisi berusaha meminta keterangan kernetnya dan diketahui bahwa sebelumnya sopir tersebut sudah pernah mendapat penanganan medis di rumah sakit Yos Sudarso Padang dengan diindikasi penyakitnya adalah penyakit paru-paru. "Dan selama perjalanan korban mengalami batuk-batuk" kata Kapolsek Tanah Jawa.

    Untuk sekarang ini, jenazah sopir masih di ruang Forensik RSUD Djasamen sembari menunggu pihak keluarga datang. Sementara polisi mencoba berkomunikasi dengan pihak keluarga sesuai informasi yang didapatkan dari kernetnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More