Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Sukma Shakti)
Saat perusakan itu terjadi, AN lari menuju kediaman kepala desa untuk mencari perlindungan. Sayang, saat itu kepala desa sedang tidur. Korban kembali ke rumahnya.
“Setibanya di rumah AN melihat sejumlah oknum massa masih ramai. Alhasil, korban dan istrinya masuk kembali ke dalam rumahnya. Tak lama, korban melihat ada lemparan api ke dalam rumahnya. Spontan korban berusaha mengeluarkan api itu agar tak membakar rumahnya,” ungkap Raden.
Massa semakin beringas. Mereka merusak lampu dan melempari rumah AN dengan batu. Istri AN kemudian menyelamatkan diri dari belakang rumah.
“Korban menyusul menyelamatkan diri lari lewat pintu belakang rumah menuju Desa Ingol Jae memohon perlindungan,” jelas Raden.
Sejumlah warga mengejar AN. Salah seorang warga berinisial AH sempat cekcok dengan korban.
“Beruntung personel Polsek Batang Angkola segera tiba di lokasi dan mengamankan korban. Unit Reskrim Polsek Batang Angkola, juga melaksanakan olah tempat kejadian perkara awal dengan memasang garis polisi. Petugas juga mengamankan barang bukti sebuah batu dan sebatang kayu panjang kurang lebih 1 meter,” ucap Raden.