Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edizon Isir didampingi Kasat Reskrim AKBP Ronny Nicholas Sidabutar saat memaparkan kasus pembunuhan mahasiswi Unpri (Istimewa)
Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Kolonel (Purn) drg Susanto, M.Kes mengungkapkan kekecewaannya terhadap polisi yang dinilai semena-mena menangani isu yang beredar. Dia menyesalkan kedatangan polisi pada 11 Desember 2023 malam. Saat itu, polisi mendesak untuk melakukan penggeledahan di UNPRI.
“Untuk diketahui, pada malam hari tidak ada petugas yang bisa mendampingi, tetapi mereka memaksa untuk masuk dan satpam akhirnya memberikan izin untuk menggeledah dan tidak didapati apapun pada saat itu. Kemudian di hari berikutnya, penggeledahan dilakukan kembali pada pagi hari sampai dengan malam hari dan dijumpai 5 kadaver di dalam bak di laboratorium anatomi,” kata Susanto dalam klarifikasinya yang disiarkan di akun Youtube PRIM TV.
Kadaver itu kemudian dike luarkan untuk diperiksa. “Yang sangat kami sesalkan, pada saat penggeledahan pada tanggal 12 Desember 2023, ada perintah untuk mengosongkan kampus. Padahal saat itu sudah diberikan izin untuk pemeriksaan. Dengan perintah tersebut, pihak kampus sangat keberatan dan pada saat yang bersamaan, sedang berlangsung proses pembelajaran, kuliah, praktikum, dan ujian. Dan bahkan ada ancaman untuk mem-police line-kan kampus, sehingga memancing keributan yang bisa mengganggu kenyamanan proses belajar mahasiswa dan dapat memicu keributan mahasiswa dengan polisi,” katanya.