Mulai Sekolah Lagi, Rambut Anak-anak Pengungsi Taput Dipangkas TNI

Tapanuli Utara, IDN Times - Anak-anak pengungsi korban banjir di Tapanuli Utara mulai bersekolah hari ini, Senin (5/1/2025). Semester genap yang baru saja dimulai turut menyuguhkan aktivitas berbeda. Anak-anak itu memulai langkah pertamanya berangkat ke sekolah kali ini dari posko pengungsian sederhana. Sebab rumah-rumah mereka masih terdampak banjir dan rusak akibat tertimbun longsor.
Sebelum mulai masuk sekolah, ternyata anak-anak pengungsi 2 Desa yang berada di Tapanuli Utara sudah lebih dulu bersiap diri. Rambut mereka rapi setelah mendapatkan layanan pangkas gratis di posko pengungsian.
1. Anak-anak di 2 Desa Taput pangkas gratis di posko pengungsian

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Harahap membenarkan aksi pangkas rambut gratis itu. Pihaknya pada Sabtu (3/1/2025) sudah mulai membuka layanan itu kepada puluhan anak-anak.
"Kodim 0210/Tapanuli Utara sudah menggelar kegiatan cukur rambut gratis bagi anak-anak pengungsi pasca bencana alam di Posko Pengungsian Desa Sibalanga dan Desa Parsingkaman, Kabupaten Tapanuli Utara," kata Asrul, Senin (5/1/2025).
Menggunakan ketam rambut, bangku, dan kain seadanya, anak-anak pengungsi mendapat layanan pangkas gratis. Sedikitnya ada 5 personel TNI yang bertugas memangkas rambut anak-anak yang mayoritas duduk di bangku Sekolah Dasar itu.
"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi sosial dan psikologis anak-anak yang terdampak bencana," lanjutnya.
2. Pangkas rambut gratis dilakukan untuk menyambut semester baru sekolah

Secara serempak rambut anak-anak itu dipangkas dengan model yang sama. Mereka mendapatkan gaya cepak satu sisir.
"Kegiatan cukur rambut gratis dilaksanakan menjelang dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar tanggal 5 Januari 2026 ini," beber Asrul.
Bagi pihaknya, langkah ini dinilai penting untuk menumbuhkan semangat belajar. Sebab pasca bencana bulan November 2025, anak-anak itu mulai libur bersekolah.
"Anak-anak pengungsi yang memasuki semester baru di sekolah diharapkan dapat kembali tampil rapi dan siap secara mental, sehingga mampu menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri saat kembali ke lingkungan sekolah," harap Asrul.
3. Kapendam: pangkas rambut gratis jadi sarana hiburan dan pendekatan emosional bagi anak-anak pengungsi

Kapendam l/BB menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI membantu masyarakat, khususnya anak-anak. Agar mereka tetap merasakan perhatian dan kebersamaan di tengah situasi sulit pasca bencana.
"Selain membantu kerapian, kegiatan ini juga menjadi sarana hiburan dan pendekatan emosional bagi anak-anak pengungsi," pungkasnya.
















