Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kepala BNPB Sebut Aktivitas Gunung Bur NI Telong Menurun

Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. (Dokumentasi Pos Gunung Api untuk IDN Times)
Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. (Dokumentasi Pos Gunung Api untuk IDN Times)

Medan, IDN Times- Masih dalam status pemulihan usai diterjang bencana hidrometeorologi 26 November 2025, warga Kabupaten Bener Meriah dihadapkan pada situasi ancaman bencana lainnya. Status Gunung Bur Ni Telong yang naik level jadi Siaga (level III) membuat masyarakat harus mengungsi sejak Rabu (31/12/2025) dini hari.

Hingga kini warga masih berada di tenda pengungsian yang berlokasi di Universitas Syiah Kuala,Kampung Lampahan, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (31/12/2025).

1. PVMBG mencatat 16 kali gempa

kepala BNPB.jpg
Kepala BNPB Suharyanto saat mengunjungi pos trauma healing pengungsi Gunung Bur Ni Telong (dok.Pemkab Bener Meriah)

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tercatat 16 kali kejadian gempa mengguncang wilayah Bener Meriah sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Namun update terbarunya dalam tren penurunan.

“Alhamdulillah, sejak pagi hingga siang hari ini frekuensi gempa mulai menurun dan mereda,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulagan Bencana (BNPB) Suharyanto saat meninjau posko dan berdialog dengan pengungsi.

2.Masyarakat diminta tetap tenang karena sudah di zona aman

WhatsApp Image 2025-10-29 at 00.21.01 (1).jpeg
Kepala BNPB, Suharyanto. (IDN Times/Mhd. Saifullah)

Terkait status Gunung Burni Telong yang saat ini berada pada Level III (Siaga), Kepala BNPB meminta masyarakat tetap tenang. Ia menegaskan bahwa lokasi pengungsian berada dalam zona aman.

“Apabila status meningkat ke Level IV (Awas), lokasi pengungsian di Unsyiah tetap berada di radius aman, yaitu delapan kilometer. Warga tidak perlu cemas maupun berpindah kembali,” jelasnya.

3. Suharyanto berharap gunung bisa kembali ke level II

bener meriah.jpeg
Peta evakuasi Gunung Bur Ni Terong Bener Meriah (website Pemkab Bener Meriah)

Suharyanto berharap kondisi bisa kembali normal dan Gunung Bur Ni Telong dapat segera diturunkan ke Level II (Waspada). Dia juga berharap seluruh pihak menjaga kondusivitas informasi. Mengingat beban psikologis masyarakat yang sebelumnya terdampak banjir bandang dan tanah longsor, penyampaian informasi yang benar menjadi sangat penting.

“Saya mohon agar informasi yang disampaikan akurat dan menyejukkan. Jangan menyebarkan hoaks yang dapat memicu kepanikan. Mari bersama-sama menjaga ketenangan warga,” tegasnya.

Gunung Bur Ni Telong diketahui berada di 2.600 mdpl.. Gunung in terakhir erupsi pada tahun 1924. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menetapkan titik kumpul evakuasi bagi masyarakat di wilayah rawan Gunung Api Burni Telong untuk 5 kecamatan yang berada di radius 4 kilometer.

Berikut titik kumpul evakuasi di 5 kecamatan yang berada di radius gunung.

1. Kecamatan Timang Gajah

Desa: Kenine, Fajar Harapan, Damarah Baru, Bandar Lampahan, Karang Jadi, Mude Benara

Titik Evakuasi: Kampus Universitas Syiah Kuala II Lampahan da SDN Simpang Layang

2. Kecamatan Timang Gajah 2

Desa: Rembune, Pantan Dedingen, Bukit Mulie, Lampahan, Lampahan Timur, LLampahan Barat

Titik Evakuasi: SMAN 3 Timang Gajah, MTs Blang Rongka dan MIN Rongka

3. Kecamatan Bukit

Desa: Bale Atu, Hakim Tunggul, Naru, Bale Redelong, Rembele, Karang Rejo

Titik Evakuasi: GORS Bener Meriah dan Pasar Pekan Simpang Tiga

4. Kecamatan Wih Pesam 1

Desa: Wonosobo, Burni Telong, Pante Raya, Wih Pesan

Titik Evakuasi: Sekolah TK M, MI, M, SMP, SMA M dan Lapangan Bola Blang Panas

5. Kecamatan Wih Pesam 2

Desa: Lut Kucak, Simpang Balik, Bener Mulie

Titik Evakuasi: Sekolah SD dan Lapangan Bola Sukamakmur Induk

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

3 Korban Banjir Ditemukan, Sudah 216 Korban Jiwa di Aceh Utara

02 Jan 2026, 00:25 WIBNews