istilah yang muncul di debat kedua capres (instagram.com/prabowo)
Salah satu momen saat debat, calon Presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto menilai capres nomor urut satu, Anies Baswedan tidak pantas membahas soal etik.
Hal itu karena Prabowo menilai narasi yang dilontarkan Anies cendrung menyesatkan bagi rakyat Indonesia.
“Nah, saudara bicara etik-etik ya kan? Saya itu keberatan karena saya menilai maaf ya, karena anda desak saya, saya terus terang saja, saya menilai anda tidak pantas bicara soal etik, itu saja,” kata Prabowo dalam debat putaran ketiga Pilpres 2024, Minggu (7/1/2024).
Sementara Calon Presiden nomor urut satu Anies Baswedan menyentil balik Prabowo Subianto setelah dinilai tidak pantas berbicara terkait etika dalam debat Pilpres 2024 putaran ketiga.
“Kalau tidak mampu menjawab dan tidak bisa menjawab, jangan menyalahkan penanya, ya jawab saja pertanyaannya,” kata Anies di Gorontalo, Senin (8/1/2024).
Menurut Anies, jawaban dari pertanyaan yang ia lontarkan itu sangat ditunggu oleh semua pihak. Terlebih Prabowo selaku Menteri Pertahanan RI yang memimpin di bidang pertahanan.
Selain itu, Anies juga menyampaikan terkait pelanggaran kode etik di Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghasilkan calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka.
“Itulah sebabnya ketika berbicara etika bukan hanya oh ya saya akan menganut standar etika yang tinggi, tapi ada kenyataan problem-problem di sini. Nah ini yang saya perlu jawabannya,” tutup Anies.