Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Bahan Pangan di Pasar Tradisional Melambung, Ikan Kosong

0653879e-deae-4146-9a87-d536e21429b0.jpeg
Cabai merah di pasar tradisional (Dok. Istimewa)

Medan, IDN Times - Harga sejumlah kebutuhan pokok alami kenaikan pada perdagangan hari ini Minggu (30/11/2025). Salah satu contohnya adalah komoditas cabai merah terpantau menyentuh harga Rp100 ribu per Kg di sejumlah pasar Kota Medan, Deli Serdang hingga Langkat.

Selain itu, sejumlah harga kebutuhan pangan lainnya juga naik hingga ikan juga kosong dibeberapa pasar tradisional.

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menjelaskan pemicu kenaikan harga kebutuhan pokok di Sumut dipicu oleh beberapa faktor.

Dia juga mengatakan bahwa, momentum ini masih berpeluang untuk setidaknya bertahan mahal atau alami kenaikan terbatas di bulan Desember mendatang.

1. Jalur distribusi barang dari luar Sumut mengalami gangguan

8c09d63c-5739-4ff1-826b-94d63858a4f3.jpeg
Penjualanan cabai di pasar tradisional (Dok. Istimewa)

Pertama, jalur distribusi barang dari luar Sumut mengalami gangguan. Dimana sebagian kebutuhan cabai di Sumut didatangkan dari wilayah Aceh Tengah (Takengon), Jawa dan Sumatera Barat. Dengan akses yang terputus ini maka Sumut akan lebih banyak mengandalkan pasokan atau produksinya sendiri.

Kedua, ada banyak pedagang pengecer yang belum membuka lapaknya. Hal ini akan memberikan dampak pada distribusi kebutuhan pangan yang tidak merata di pasar.

Lanjutnya, yang ketiga curah hujan yang tinggi berpeluang untuk menggangu proses produksi. Petani, peternak hingga nelayan akan direpotkan dengan curah hujan yang tinggi tersebut. Dan keempat yang perlu diwaspadai adalah potensi tanah longsor yang akan mengganggu proses distribusi.

2. Pada bulan Desember ada beberapa komoditas yang perlu diwaspadai potensi kenaikannya

IMG-20251026-WA0007.jpg
Pedagang cabai di pasar tradisional Deli Serdang (Dok. Istimewa)

Menurutnya, wilayah Sumut untuk sementara waktu akan lebih mengandalkan pasokan bahan pangannya sendiri. Maka potensi longsor ini perlu diantsisipasi sejak dini.

"Karena sangat beresiko memicu terjadinya kenaikan harga yang cukup signifikan. Dan pada bulan Desember ada beberapa komoditas yang perlu diwaspadai potensi kenaikannya," katanya.

3. Diprediksi daging ayam akan berpeluang naik bulan Desember

Ilustrasi daging ayam. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Ilustrasi daging ayam. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Lanjutnya, hal pertama adalah potensi kenaikan harga kebutuhan protein seperti daging ayam, telur ayam dan daging sapi. Dimana daging ayam masih berpeluang naik terlebih jika dari posisi saat ini yang berada dalam rentang Rp33 ribu hingga Rp38/40 ribu per Kg, telur ayam yang berada dalam rentang Rp1.600 hingga Rp2.00 per butir, serta daging sapi yang berada dalam rentang harga Rp110 ribu hingga Rp140 ribu per Kg juga berpeluang naik.

Terlebih jika harga pakan ternak (jagung) alami kenaikan, dimana produksi bisa saja alami gangguan setelah dilanda banjir kemarin. Sejauh ini harga jagung masih berada di kisaran Rp7.200 hingga Rp7.500 per Kg. Yang perlu dikuatirkan adalah disaat perusahaan pakan mulai beroperasi. Disaat itu akan terlihat bagaimana titik keseimbangan harga jagung setelah bencana hebat sepekan sebelumnya.

Kedua komoditas pangan hortikultura. Dimana harga cabai merah yang menyentuh 100 ribu memang berpeluang turun dalam waktu dekat. Namun untuk harga cabai merah berpeluang kembali ditransaksikan dalam rentang Rp50 hingga Rp80 ribu per Kg di pekan pertama desember.

"Dan potensi kenaikan harga atau harga setidaknya bertahan mahal juga berpeluang terjadi pada komoditas lainnya. Seperti cabai hijau, cabai rawit, bawang merah dan komoditas sayur sayuran. Secara keseluruhan ada ancaman inflasi besar di bulan Desember mendatang," tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Harga Bahan Pangan di Pasar Tradisional Melambung, Ikan Kosong

30 Nov 2025, 16:15 WIBNews